LAKPESDAMSALATIGALAKPESDAMSALATIGA

JNUSJNUS

Penelitian ini mengkaji tradisi hantaran pernikahan (gawan) yang cenderung mewah di Desa Sidomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Tradisi ini tidak hanya menjadi prosesi budaya, tetapi juga membentuk standar kepantasan dan simbol kehormatan, bahkan dapat menimbulkan tekanan sosial-ekonomi melalui stigma ora elok/walak ketika tidak terpenuhi. Penelitian ini menjawab dua rumusan masalah: (1) bagaimana tradisi mewah gawan dilaksanakan dan dimaknai sebagai pranata budaya serta bahasa simbolik dalam perkawinan Jawa; dan (2) BB. Praktik gawan menegosiasikan relasi adat‑syariah (pembedaan mahar‑gawan) serta implikasinya terhadap norma kepantasan, beban sosial‑ekonomi, serta isu kepemilikan/pengembalian gawan dalam masyarakat Sidomulyo. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus melalui observasi, wawancara semi‑terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gawan diberikan menjelang/ketika akad nikah berupa perabot rumah tangga, perlengkapan kamar, alat dapur, kosmetik, hingga kendaraan atau hewan ternak yang ditampilkan secara publik. Gawan dimaknai sebagai penghormatan kepada mempelai perempuan dan tanda kesiapan calon suami, namun kemPedulian gawan dapat bergeser menjadi ukuran status yang memicu beban biaya dan mempersempit ruang negosiasi. Distingsi mahar (wajib syari) dan gawan (adat/kesepakperiment).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi mewah hantaran pernikahan (gawan) di Desa Sidomulyo diimplementasikan melalui penyerahan barang beragam, yang dipahami sebagai pranata budaya dan bahasa simbolik untuk mengkomunikasikan penghormatan, keseriusan, dan kesiapan rumah tangga.Praktik gawan sering diartikan sebagai kewajiban sosial akibat standar kepantasan dan stigma, menimbulkan tekanan ekonomi dan kompetisi status.Di perceraian, gawan dapat dikembalikan, memperlihatkan dimensi kepemilikan dan ketidakpastian hak, sehingga tradisi harus diposisikan sebagai ruang musyawarah yang proporsional selaras dengan prinsip syariah.

Kaji persepsi perempuan mengenai beban dan harapan gawan agar dapat menilai dampak psikososial_RUN 1. Analisis ekonomi keluarga di berbagai tingkatan pendapatan untuk memahami dampak pengeluaran gawan pada kestabilan ekonomi keluarga_RUN 2. Telaah peran mediator komunitas dalam merundingkan standar gawan, sehingga norma sosial dapat ditegakkan secara adil, tanpa menimbulkan tekanan finansial_RUN 3. Pelajari hubungan antara praktik gawan dan kecenderungan perceraian atau kepuasan pernikahan, guna mengidentifikasi korelasi positif atau negatif penggunaan gawan dalam dinamika keluarga.

Read online
File size740.69 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test