STKIPBANTENSTKIPBANTEN

Revorma: Jurnal Pendidikan dan PemikiranRevorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi lingkaran di kelas VIII SMP Swasta Free Methodist-1 Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta Free Methodist-1 Medan yang terdiri dari 4 kelas dan sampel dalam penelitian ini ialah siswa kelas VIII-4 yang diambil dengan menggunakan simple random sampling sebanyak 25 siswa. Analisis data dilakukan dengan mencari rata-rata dan simpangan baku yang diukur dengan distibusi frekuensi kemampuan berpikir kreatif siswa. Diperoleh sebanyak 5 siswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang tinggi sebesar 20%, 11 siswa memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang sedang sebesar 44%, 7 siswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang rendah sebesar 28%, dan 2 siswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kreatif yang sangat rendah sebesar 8%.

Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita di kelas VIII SMP Swasta Free Methodist-1 Medan termasuk dalam kategori sedang dimana distribusi hasil kemampuan berpikir kreatif sebesar 44% yang terdiri dari 11 siswa.Diperoleh sebanyak 5 siswa yang tinggi sebesar 20%, 7 siswa yang rendah sebesar 28%, dan 2 siswa yang sangat rendah sebesar 8%.

Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis problem‑based learning (PBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi lingkaran, dengan membandingkan kelompok eksperimen yang memperoleh PBL dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Selanjutnya, studi longitudinal dapat dilakukan untuk memetakan perkembangan kemampuan berpikir kreatif siswa dari kelas VII hingga kelas IX, sehingga dapat diidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi perubahan kemampuan kreatif selama periode tersebut. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki efektivitas penggunaan media digital interaktif, seperti aplikasi GeoGebra atau simulasi visualisasi lingkaran, dalam merangsang kreativitas siswa saat menyusun strategi penyelesaian soal cerita, serta menganalisis perbedaan hasil antara siswa yang menggunakan media tersebut dan siswa yang hanya mengandalkan latihan tertulis. Dengan mengintegrasikan variabel motivasi belajar dan self‑efficacy, penelitian juga dapat menilai kontribusi psikologis terhadap peningkatan kreativitas dalam konteks matematika. Hasil dari ketiga arah studi ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam merancang intervensi yang lebih efektif untuk memperkuat kemampuan berpikir kreatif siswa.

Read online
File size1.25 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test