STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA

Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and ResearchJournal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research

Perkembangan teknologi digital memicu transformasi metode instruksional matematika di sekolah dasar. Namun, mayoritas siswa kelas 1-3 SD Negeri Wanasari 12 Cibitung menganggap matematika sebagai materi yang rumit dan menjemukan, sehingga memicu penurunan minat belajar. Siswa kerap kesulitan menguasai operasi dasar seperti penjumlahan bersusun, perkalian, dan pembagian. Studi ini bertujuan merancang game edukasi matematika interaktif guna mendongkrak ketertarikan, motivasi, dan pemahaman konsep siswa. Aplikasi dikembangkan menggunakan Unity Engine untuk platform Windows melalui kerangka Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Metode Algoritma Fisher-Yates diimplementasikan guna mengacak urutan soal secara dinamis agar tidak mudah ditebak. Hasil riset menyajikan produk game fungsional yang valid berdasarkan kuesioner yang disebar ke para siswa setelah mereka menggunakan game math ini adalah 87%. Siswa terbantu memahami dalam mengerjakan soal matematika.

Penelitian ini telah berhasil merealisasikan sebuah media pembelajaran berupa aplikasi game edukasi matematika berbasis 2D yang dibangun menggunakan Unity Engine dan bahasa pemrograman C.untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3 di SD Wanasari 12 Cibitung.Berdasarkan analisis komparatif antara pre-test dan post-test, terlihat adanya tren pergeseran positif berupa peningkatan ketertarikan serta pemahaman konseptual siswa terhadap materi matematika pasca-implementasi sistem.Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan agar sistem ini dimigrasikan ke platform mobile seperti Android atau iOS guna memfasilitasi aktivitas belajar mandiri siswa via smartphone secara fleksibel.Selain itu, disarankan pula untuk memperluas cakupan tingkat kesulitan bagi siswa kelas 4 sampai kelas 6 serta memperkaya variasi bank soal ke materi matematika lainnya, seperti geometri dan bangun ruang.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan fitur adaptif dalam game edukasi yang menyesuaikan tingkat kesulitan soal berdasarkan kemampuan individu siswa. Selain itu, integrasi elemen gamifikasi seperti sistem pencapaian atau leaderboard dapat meningkatkan engagement siswa secara lebih efektif. Penelitian juga perlu mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan game ini terhadap prestasi akademik siswa melalui studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar.

Read online
File size928.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test