STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA

Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and ResearchJournal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research

Penelitian ini menganalisis manajemen risiko proyek pemeliharaan Closed-Circuit Television (CCTV) pada Surabaya Intelligent Transport System (SITS) menggunakan integrasi Project Management Body of Knowledge (PMBOK) dan ISO 31000:2018. Data observasi lapangan dan studi literatur dievaluasi melalui matriks risiko serta Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasilnya memetakan empat kategori risiko: eksternal infrastruktur, perangkat keras, penjadwalan, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Risiko K3 akibat kelalaian penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) mencatat Risk Priority Number (RPN) tertinggi (75), diikuti dominasi gangguan jaringan eksternal penyebab downtime. Strategi mitigasi yang dirumuskan meliputi pengetatan SOP keselamatan, standardisasi penundaan kerja saat cuaca ekstrem, dan penguatan Service Level Agreement (SLA) lintas instansi untuk meminimalisir deviasi jadwal serta menjamin keselamatan pekerja.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada proyek pemeliharaan infrastruktur CCTV di SITS Dishub Kota Surabaya, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini merupakan tahapan proyek krusial yang dihadapkan pada ketidakpastian mutu, waktu, dan keselamatan kerja.Integrasi kerangka kerja PMBOK dan standar ISO 31000.2018 terbukti mampu memetakan profil risiko secara objektif.Terdapat empat kategori risiko utama di lapangan, di mana analisis Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) menunjukkan bahwa risiko kelalaian penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh teknisi (risiko K3) menempati prioritas penanganan tertinggi dengan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 75.Selain itu, faktor gangguan dari pihak ketiga (pemadaman PLN/Telkom) teridentifikasi sebagai risiko dengan frekuensi dan dampak operasional terbesar (skor risiko 16) yang melumpuhkan layanan pemantauan secara instan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengintegrasikan sistem pelaporan insiden otomatis (helpdesk system) untuk menurunkan nilai hambatan deteksi kerusakan di lapangan. Selain itu, perlu dilakukan analisis risiko keamanan siber (cybersecurity) pada jaringan infrastruktur Internet of Things ATCS, seperti potensi peretasan akses CCTV atau kebocoran data server. Penelitian selanjutnya juga dapat menggunakan data historis rekapitulasi downtime secara kuantitatif dalam periode tahunan, serta mengintegrasikan standar keamanan informasi seperti ISO/IEC 27001 untuk melengkapi profil risiko infrastruktur SITS secara komprehensif.

  1. ANALISIS MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN ISO 31000 PADA PT XYZ | JATI (Jurnal Mahasiswa... ejournal.itn.ac.id/index.php/jati/article/view/12354ANALISIS MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN ISO 31000 PADA PT XYZ JATI Jurnal Mahasiswa ejournal itn ac index php jati article view 12354
  2. ANALISIS PERBANDINGAN METODE MANAJEMEN PROYEK TI YANG PALING SERING DIGUNAKAN DI INDONESIA DAN LUAR NEGERI:... doi.org/10.35508/jom.v15i2.7527ANALISIS PERBANDINGAN METODE MANAJEMEN PROYEK TI YANG PALING SERING DIGUNAKAN DI INDONESIA DAN LUAR NEGERI doi 10 35508 jom v15i2 7527
  3. Penerapan ISO 31000 dalam Analisis Risiko Pengelolaan Sistem Informasi Tata Ruang (SITR) Jawa Timur |... journal.stmikjayakarta.ac.id/index.php/jisamar/article/view/2104Penerapan ISO 31000 dalam Analisis Risiko Pengelolaan Sistem Informasi Tata Ruang SITR Jawa Timur journal stmikjayakarta ac index php jisamar article view 2104
  4. Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Proyek Berbasis Website Menggunakan Project Management Body... doi.org/10.26740/JEISBI.V3I4.49162Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Proyek Berbasis Website Menggunakan Project Management Body doi 10 26740 JEISBI V3I4 49162
Read online
File size690.54 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test