STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA
Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and ResearchJournal of Information System, Applied, Management, Accounting and ResearchPenelitian ini mengkaji kredibilitas pengungkapan lingkungan Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan mengevaluasi apakah informasi keberlanjutan yang dilaporkan mencerminkan kinerja lingkungan aktual pada perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Dengan analisis isi kualitatif terhadap laporan keberlanjutan perusahaan telekomunikasi besar antara tahun 2022 hingga 2024, sebuah kerangka pengkodean digunakan untuk menilai transparansi, keterukuran, dan pengintegrasian operasional, mengklasifikasikannya ke dalam tiga tingkat kematangan: simbolik, operasional, dan substantif. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar pengungkapan berada pada tingkat simbolik dan operasional, dengan hanya sedikit yang mencapai tingkat substantif, sehingga mengungkap kesenjangan yang persisten antara komitmen yang diungkapkan dan bukti kinerja yang dapat diverifikasi. Pengurangan kertas yang terkait dengan digitalisasi memberikan hasil paling konsisten terukur, sementara program limbah elektronik, daur ulang, dan kesadaran lingkungan umumnya dilaporkan tanpa metrik yang jelas. Sejalan dengan teori legitimasi, pola ini menunjukkan bahwa pelaporan ESG berfungsi bukan hanya sebagai mekanisme akuntabilitas, tetapi juga sebagai alat untuk menjaga legitimasi di mata pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inisiatif yang terintegrasi ke dalam operasi inti lebih cenderung menghasilkan pengungkapan yang terukur dan kredibel dibandingkan aktivitas CSR yang berdiri sendiri. Penelitian ini berkontribusi pada literatur akuntansi keberlanjutan dengan mengalihkan fokus dari keberadaan program lingkungan menuju kredibilitas pengungkapan ESG, serta menawarkan kerangka kematangan yang dapat direplikasi untuk industri yang padat infrastruktur.
Temuan penelitian ini mengungkapkan kesenjangan antara volume pengungkapan dan ketersediaan indikator kinerja lingkungan yang dapat diukur.Meskipun perusahaan telekomunikasi semakin banyak melaporkan inisiatif lingkungan, sebagian besar pengungkapan tetap didominasi oleh narasi dan kurang memiliki bukti kuantitatif.Hanya sedikit program yang memberikan hasil yang dapat diukur, seperti pengurangan kertas yang terkait dengan digitalisasi.Program pengelolaan limbah elektronik, daur ulang, dan kesadaran lingkungan umumnya hanya dijelaskan secara kualitatif tanpa metrik yang jelas.Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pelaporan keberlanjutan sering kali lebih menekankan komunikasi daripada pengukuran kinerja.Tanpa indikator kuantitatif, pengungkapan ESG mungkin memiliki manfaat keputusan yang terbatas karena pemangku kepentingan tidak dapat mengevaluasi hasil lingkungan secara objektif.Klasifikasi pengungkapan menjadi tiga tingkat kematangan menunjukkan bahwa pelaporan ESG di sektor ini masih berkembang menuju akuntabilitas yang lebih besar.Temuan ini memiliki implikasi penting bagi akuntansi keberlanjutan dan standar pelaporan ESG.Tanpa metrik standar dan praktik pelaporan yang konsisten, pengungkapan keberlanjutan mungkin kurang dapat dibandingkan dan diandalkan di antara perusahaan.Memperkuat kerangka pelaporan dan menekankan indikator kinerja yang dapat diverifikasi dapat meningkatkan kredibilitas dan manfaat keputusan informasi ESG bagi investor, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis longitudinal untuk mengevaluasi tren dan perkembangan pelaporan ESG di industri telekomunikasi Indonesia. Selain itu, studi perbandingan lintas industri dapat dilakukan untuk memahami praktik pelaporan ESG di berbagai sektor dan mengidentifikasi praktik terbaik. Penelitian kuantitatif juga dapat dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara kualitas pengungkapan ESG dan kinerja keuangan perusahaan. Dengan menggabungkan analisis ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran pelaporan ESG dalam tata kelola perusahaan dan pengambilan keputusan investasi.
| File size | 620.29 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
INSPIRINGINSPIRING Semakin besar proporsi kepemilikan keluarga dalam sebuah perusahaan, semakin rendah kecenderungan perusahaan untuk mengambil risiko. Hal ini mencerminkanSemakin besar proporsi kepemilikan keluarga dalam sebuah perusahaan, semakin rendah kecenderungan perusahaan untuk mengambil risiko. Hal ini mencerminkan
UMNUMN Kualitas audit merupakan faktor penting yang menentukan kredibilitas pelaporan keuangan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi determinan yang mempengaruhiKualitas audit merupakan faktor penting yang menentukan kredibilitas pelaporan keuangan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi determinan yang mempengaruhi
IJAR IAIKAPDIJAR IAIKAPD Temuan ini menekankan pentingnya fitur komite audit yang kuat dalam mempromosikan transparansi, akuntabilitas, dan kinerja keuangan yang lebih baik bagiTemuan ini menekankan pentingnya fitur komite audit yang kuat dalam mempromosikan transparansi, akuntabilitas, dan kinerja keuangan yang lebih baik bagi
KAHURIPANKAHURIPAN Namun, temuan yang menarik adalah bahwa pengaruh positif leverage terhadap kinerja keuangan ini tidak secara signifikan mempromosikan atau meningkatkanNamun, temuan yang menarik adalah bahwa pengaruh positif leverage terhadap kinerja keuangan ini tidak secara signifikan mempromosikan atau meningkatkan
AMAYOGYAKARTAAMAYOGYAKARTA Tujuan artikel ini adalah untuk menentukan kinerja keuangan PT. Kalbe Farma Tbk berdasarkan rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas,Tujuan artikel ini adalah untuk menentukan kinerja keuangan PT. Kalbe Farma Tbk berdasarkan rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas,
AMAYOGYAKARTAAMAYOGYAKARTA Penelitian ini bertujuan untuk meng dengan menggunakan rasio likuiditas (rasio lancar dan rasio cepat), rasio aktivitas (rasio perputaran piutang, rasioPenelitian ini bertujuan untuk meng dengan menggunakan rasio likuiditas (rasio lancar dan rasio cepat), rasio aktivitas (rasio perputaran piutang, rasio
PANCASILAPANCASILA Variabel Return On Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Secara simultan variabel Current Ratio, Debt to Asset Ratio (DAR), dan ReturnVariabel Return On Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Secara simultan variabel Current Ratio, Debt to Asset Ratio (DAR), dan Return
POLNEPPOLNEP Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian adalah perusahaan yang telah delisting dari Bursa Efek Indonesia padaJenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian adalah perusahaan yang telah delisting dari Bursa Efek Indonesia pada
Useful /
STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA Model yang dihasilkan memperoleh nilai akurasi sebesar 95,96%, precision 94,11%, recall 98,85%, serta nilai Area Under Curve (AUC) sebesar 0,964. NilaiModel yang dihasilkan memperoleh nilai akurasi sebesar 95,96%, precision 94,11%, recall 98,85%, serta nilai Area Under Curve (AUC) sebesar 0,964. Nilai
POLGANPOLGAN Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan jumlah sampel sebanyakPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan jumlah sampel sebanyak
POLGANPOLGAN Program ini membantu para informan dalam menekan amarah, mengubah perspektif kognitif, dan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari keputusan terhadapProgram ini membantu para informan dalam menekan amarah, mengubah perspektif kognitif, dan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari keputusan terhadap
STIK SAMSTIK SAM Nitrit sebagai bahan pengawet makanan daging olahan terutama pada sosis. Akan tetapi perlu diperhatikan agar tidak melebihi batas sehingga tidak berdampakNitrit sebagai bahan pengawet makanan daging olahan terutama pada sosis. Akan tetapi perlu diperhatikan agar tidak melebihi batas sehingga tidak berdampak