POLGANPOLGAN

Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan)Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian berdasarkan analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai sebesar 0,603, yang berarti bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh budaya organisasi dan karakteristik individu sebesar 60,3%, sedangkan sisanya sebesar 39,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti lingkungan kerja, motivasi, kepemimpinan, kompetensi, dan komunikasi. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki nilai t hitung sebesar 3,852 lebih besar dari t tabel sebesar 2,00758 dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Karakteristik individu juga menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,945 lebih besar dari t tabel sebesar 2,00758 dengan tingkat signifikansi 0,005 < 0,05, yang berarti karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya, hasil uji simultan (uji F) menunjukkan nilai F hitung sebesar 38,813 lebih besar dari F tabel sebesar 3,18 dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi dan karakteristik individu secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Instrumen penelitian terbukti valid dan reliabel, data berdistribusi normal, serta analisis korelasi menunjukkan hubungan kuat dan positif antara budaya organisasi (r=0,732) dan karakteristik individu (r=0,699) dengan kinerja pegawai.Regresi linear berganda menghasilkan persamaan Y = 39,301 0,535X₁ 0,396X₂ dengan koefisien determinasi 0,603, mengindikasikan bahwa budaya organisasi dan karakteristik individu secara bersama‑sama menjelaskan 60,3 % variansi kinerja pegawai.Uji t parsial dan uji F simultan menunjukkan keduanya berpengaruh positif dan signifikan (p < 0,05), sehingga seluruh hipotesis penelitian diterima.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki peran gaya kepemimpinan sebagai mediator antara budaya organisasi dan kinerja pegawai pada instansi pemerintah, menggunakan model structural equation modelling untuk menguji pengaruh tidak langsung serta mengidentifikasi variabel perantara yang signifikan, serta membandingkan tipe kepemimpinan tradisional dan transformasional. Selanjutnya, studi komparatif lintas wilayah yang melibatkan beberapa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dapat mengevaluasi konsistensi pengaruh budaya organisasi dan karakteristik individu terhadap kinerja, serta menguji apakah konteks regional seperti tingkat urbanisasi dan sumber daya manusia memodifikasi hubungan tersebut, dengan mengumpulkan data kuantitatif yang lebih luas. Akhirnya, analisis longitudinal selama tiga hingga lima tahun dapat meneliti bagaimana adopsi teknologi digital memoderasi hubungan antara budaya organisasi dan kinerja pegawai, sekaligus memantau dinamika perubahan budaya dan kinerja seiring implementasi kebijakan baru, sehingga memberikan dasar empiris bagi perumusan strategi peningkatan kinerja jangka panjang di sektor publik.

Read online
File size264.54 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test