RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT
Room of Civil Society DevelopmentRoom of Civil Society DevelopmentPerkembangan dunia kerja dan meningkatnya tuntutan profesionalisme pelayanan publik menuntut mahasiswa memiliki kompetensi komunikasi yang baik, termasuk kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan menerapkan etika rapat profesional. Namun, sebagian mahasiswa masih menghadapi kendala dalam komunikasi lisan, kepercayaan diri, serta penerapan etika komunikasi di lingkungan profesional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa melalui pelatihan English Communication dan Meeting Etiquette dalam mendukung profesionalisme pelayanan publik. Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa Program Studi Administrasi Publik dan dilaksanakan dengan pendekatan experiential learning melalui penyampaian materi, simulasi rapat, praktik komunikasi pelayanan publik, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan observasi keterampilan. Berdasarkan rekap evaluasi kegiatan, rata-rata skor peserta meningkat dari 61 pada pre-test menjadi 85 pada post-test. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara, presentasi, kepercayaan diri, dan penerapan etika rapat profesional. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan English Communication dan Meeting Etiquette berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan komunikasi profesional mahasiswa dalam mendukung pelayanan publik yang berkualitas dan responsif.
Pelatihan English Communication dan Meeting Etiquette memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kapasitas mahasiswa Administrasi Publik, terlihat dari peningkatan pemahaman komunikasi profesional, kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris, presentasi, kepercayaan diri, serta penerapan etika rapat.Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan berbasis praktik, simulasi, dan pendampingan efektif untuk mengembangkan kompetensi komunikasi mahasiswa sesuai kebutuhan dunia kerja dan pelayanan publik.Untuk kegiatan selanjutnya, disarankan pelatihan berkelanjutan dengan materi lebih luas seperti public speaking, business correspondence, negotiation skills, serta pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi dengan instansi terkait untuk evaluasi yang lebih sistematis.
Penelitian lanjutan dapat meneliti efek jangka panjang pelatihan English Communication dan Meeting Etiquette terhadap kesiapan kerja lulusan Administrasi Publik, dengan desain longitudinal dan pengukuran kompetensi setelah satu hingga dua tahun; penelitian selanjutnya dapat mengembangkan dan menguji modul pelatihan yang memperluas materi menjadi public speaking, business correspondence, negotiation skills, dan cross‑cultural communication, serta membandingkan efektivitas pendekatan berbasis teknologi digital (misalnya platform e‑learning) dengan metode tatap muka tradisional; penelitian berikutnya dapat mengevaluasi kolaborasi antara institusi pendidikan dan instansi pemerintah atau sektor swasta dalam penyelenggaraan pelatihan, dengan fokus pada peningkatan transfer pengetahuan, keterlibatan praktisi, dan keberlanjutan program melalui mekanisme monitoring dan evaluasi sistematis.
- View of Problems Encountered by Public Administration Students on Their Communicative Competencies: Basis... doi.org/10.63798/kjess.2024.v2n1.0013View of Problems Encountered by Public Administration Students on Their Communicative Competencies Basis doi 10 63798 kjess 2024 v2n1 0013
- Communication Skills Assessments and Rubrics In The Higher Education: A Meta-Analysis | Sains Humanika.... sainshumanika.utm.my/index.php/sainshumanika/article/view/2159Communication Skills Assessments and Rubrics In The Higher Education A Meta Analysis Sains Humanika sainshumanika utm my index php sainshumanika article view 2159
- The New Public Service Revisited - Denhardt - 2015 - Public Administration Review - Wiley Online Library.... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/puar.12347The New Public Service Revisited Denhardt 2015 Public Administration Review Wiley Online Library onlinelibrary wiley doi 10 1111 puar 12347
- 0. keep wayback machine sign fight future letter texts audio software images donate archive log upload... journals.sagepub.com/doi/10.1177/23294906166608150 keep wayback machine sign fight future letter texts audio software images donate archive log upload journals sagepub doi 10 1177 2329490616660815
| File size | 394.97 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Data hasil observasi dideskripsikan, diinterpretasikan, kemudian direfleksi untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Data hasil tesData hasil observasi dideskripsikan, diinterpretasikan, kemudian direfleksi untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Data hasil tes
STKIP BUDIDAYASTKIP BUDIDAYA Penulis tidak hanya ingin mengetahui alasan mereka mengalami kesulitan dalam mempelajari Auxiliary Modals tetapi juga tingkat pemahaman siswa terhadapPenulis tidak hanya ingin mengetahui alasan mereka mengalami kesulitan dalam mempelajari Auxiliary Modals tetapi juga tingkat pemahaman siswa terhadap
IPTSIPTS Penerapan model pembelajaran Talking stick secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3 Indahnya Persatuan dan Kesatuan NegerikuPenerapan model pembelajaran Talking stick secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 3 Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku
IPTSIPTS Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tema 7 subtema 2 indahnya keragaman budaya negriku menggunakan model pembelajaran ContextualPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tema 7 subtema 2 indahnya keragaman budaya negriku menggunakan model pembelajaran Contextual
IPTSIPTS Hasil siklus I menunjukkan hasil observasi dari kegiatan pembelajaran sebesar 67,30% (kategori kurang) dan rata-rata hasil belajar siswa adalah 66,8 diHasil siklus I menunjukkan hasil observasi dari kegiatan pembelajaran sebesar 67,30% (kategori kurang) dan rata-rata hasil belajar siswa adalah 66,8 di
UNJUNJ Data dikumpulkan dengan penyebaran kuesioner, direkapitulasi, dan kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif‑kualitatif. Hasil penelitianData dikumpulkan dengan penyebaran kuesioner, direkapitulasi, dan kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif‑kualitatif. Hasil penelitian
UNJUNJ Validasi oleh dosen ahli menunjukkan bahwa materi, penyajian, dan ejaan bahan ajar memiliki kelayakan baik (skor rata‑rata ≥4,25). Oleh karena itu,Validasi oleh dosen ahli menunjukkan bahwa materi, penyajian, dan ejaan bahan ajar memiliki kelayakan baik (skor rata‑rata ≥4,25). Oleh karena itu,
UNJUNJ Wisata alam dan edukasi merupakan salah satu pilihan ragam wisata. Wisata alam tidak hanya sebagai tujuan wisata saja, namun diharapkan dapat meningkatkanWisata alam dan edukasi merupakan salah satu pilihan ragam wisata. Wisata alam tidak hanya sebagai tujuan wisata saja, namun diharapkan dapat meningkatkan
Useful /
STIAMISTIAMI Untuk mengatasi hambatan tersebut, disarankan pengembangan sistem secara berkelanjutan, peningkatan keamanan, integrasi dengan platform internal, sertaUntuk mengatasi hambatan tersebut, disarankan pengembangan sistem secara berkelanjutan, peningkatan keamanan, integrasi dengan platform internal, serta
STIAMISTIAMI Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan evaluasi anggaran terhadap penyerapan anggaran pada PemerintahPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan evaluasi anggaran terhadap penyerapan anggaran pada Pemerintah
STIAMISTIAMI Kedua variabel secara simultan memberikan pengaruh positif dan signifikan, sehingga bersama‑sama menjelaskan 77,9% varians keputusan pembelian (AdjustedKedua variabel secara simultan memberikan pengaruh positif dan signifikan, sehingga bersama‑sama menjelaskan 77,9% varians keputusan pembelian (Adjusted
IPTSIPTS Peningkatan hasil belajar pada siklus I mencapai 60% (kategori cukup) dimana 12 orang siswa tuntas dan 40% dimana 10 orang siswa tidak tuntas. SelanjutnyaPeningkatan hasil belajar pada siklus I mencapai 60% (kategori cukup) dimana 12 orang siswa tuntas dan 40% dimana 10 orang siswa tidak tuntas. Selanjutnya