UNJUNJ

Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan SeniProsiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni

Penelitian ini mengkaji penggunaan istilah “baper berdasarkan pemikiran masyarakat secara umum, khususnya generasi milenial, dengan menggunakan teori prototipe. Variabel yang dipakai meliputi: (a) mudah tersinggung atau sensitif, (b) mudah tersentuh atau bersimpati, dan (c) terlalu percaya diri. Ketiga variabel tersebut dikembangkan menjadi delapan contoh kasus yang dievaluasi melalui kuesioner. Data dikumpulkan dengan penyebaran kuesioner, direkapitulasi, dan kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif‑kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap pembentukan kognisi “baper dalam masyarakat, khususnya generasi milenial, adalah terlalu percaya diri. Sebagian besar responden mengaitkan konsep emosional dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi karena mereka merasa istimewa, yang berhubungan dengan orang yang emosional dan kaya imajinasi. Sedangkan variabel yang paling tidak berpengaruh adalah variabel mudah tersentuh atau bersimpati.

Penelitian ini menemukan bahwa di antara tiga variabel yang diuji, terlalu percaya diri merupakan faktor paling dominan dalam membentuk kognisi “baper pada remaja milenial.Variabel mudah tersinggung menempati peringkat kedua, sementara variabel mudah tersentuh atau bersimpati menunjukkan pengaruh paling lemah.Hasil tersebut mengindikasikan bahwa persepsi “baper berkaitan erat dengan sikap overconfidence, terutama dalam konteks asmara, dan menunjukkan perlunya penelitian lebih luas dengan sampel yang lebih besar.

Penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan usia responden untuk mengevaluasi apakah faktor terlalu percaya diri tetap menjadi penentu utama kognisi “baper di kalangan generasi Z, milenial, maupun kelompok usia yang lebih tua, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang fenomena ini. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perubahan persepsi “baper pada satu kohort selama beberapa tahun dapat mengungkap dinamika evolusi sikap emosional dan kepercayaan diri seiring perkembangan individu. Selanjutnya, penelitian komparatif lintas budaya yang membandingkan penggunaan dan makna istilah “baper antara masyarakat Indonesia dengan komunitas berbahasa lain dapat memperkaya pemahaman tentang variasi semantik kognitif dan kontribusi konteks sosial dalam pembentukan prototipe istilah tersebut.

Read online
File size217.54 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test