UNJUNJ

Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan SeniProsiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni

Sejumlah studi menunjukkan bahwa menulis teks argumentatif merupakan salah satu genre teks yang penting dipelajari oleh mahasiswa. Hal tersebut tidak terlepas dari fakta bahwa genre teks ini adalah bentuk paling umum yang ditugaskan kepada mahasiswa. Meski demikian hingga saat ini masih banyak pihak yang memandang bahwa kemampuan mahasiswa dalam menulis teks argumentatif kurang baik. Dengan menggunakan penilaian rekan sejawat dan konsep kearifan lokal Bali, Tri Kaya Prisudha, kajian ini mengembangkan sebuah model pembelajaran menulis teks argumentatif. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model Desain Based Research (DBR) untuk memformulasikan sintaks pembelajaran yang efektif. Melalui proses tersebut dihasilkan sintaks pembelajaran yang mensinergikan penilaian rekan sejawat dan nilai-nilai kearifan lokal dalam Tri Kaya Prisudha; (1) Berpikir yang benar (manacika) (2) berkata yang benar (wacika) dan (3) berbuat yang benar (kayika) dan proses penulisan esay argumentatif yang tidak hanya dapat meningkatkan kualitas esay yang dihasilkan, namun juga membentuk karakter generasi muda Indonesia yang unggul.

Penelitian pengembangan ini berhasil mengembangkan sintaks pembelajaran melalui pemanfaatan penilaian rekan sejawat berlandaskan Tri Kaya Parisudha yang dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menulis esay argumentatif.Temuan tersebut memiliki implikasi praktis bagi pengajaran menulis, mengusulkan penggunaan penilaian rekan sejawat serta internalisasi nilai kearifan lokal.Namun, diperlukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih luas untuk mengevaluasi efektivitas rubrik tersebut, khususnya dalam meningkatkan kualitas esay argumentatif.

Penelitian selanjutnya dapat menguji keberhasilan sintaks pembelajaran yang dikembangkan dengan melibatkan sampel mahasiswa yang lebih besar dan beragam dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Indonesia untuk menilai peningkatan kualitas esay argumentatif secara statistik. Penelitian juga perlu meneliti efek pelatihan khusus bagi mahasiswa sebagai penilai sejawat dalam meningkatkan akurasi penilaian aspek kebahasaan seperti ejaan, tata bahasa, dan pemilihan diksi, sehingga umpan balik yang diberikan menjadi lebih tepat dan konstruktif. Selanjutnya, dapat dilakukan studi eksperimental yang membandingkan penggunaan media digital interaktif dengan metode konvensional dalam proses penilaian rekan sejawat untuk mengetahui pengaruhnya terhadap efisiensi waktu, keterlibatan mahasiswa, dan kualitas revisi esay. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi adaptasi model Tri Kaya Parisudha ke dalam konteks pembelajaran daring, menilai sejauh mana nilai‑nilai kearifan lokal dapat dipertahankan dan berdampak pada etika penilaian serta motivasi belajar mahasiswa. Akhirnya, sebuah studi longitudinal dapat dirancang untuk memantau perkembangan kemampuan menulis argumentatif mahasiswa selama beberapa semester setelah penerapan model ini, guna mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada keberlanjutan perbaikan kualitas tulisan.

  1. Peer feedback or peer feedforward? Enhancing students’ argumentative peer learning processes... doi.org/10.1111/bjet.13054Peer feedback or peer feedforward Enhancing studentsyAAAo argumentative peer learning processes doi 10 1111 bjet 13054
  2. Rethinking the Argumentative Essay - Schneer - 2014 - TESOL Journal - Wiley Online Library. rethinking... doi.org/10.1002/tesj.123Rethinking the Argumentative Essay Schneer 2014 TESOL Journal Wiley Online Library rethinking doi 10 1002 tesj 123
  3. Students’ Preferences and Learning Styles in Relation to Reading and Writing Strategies at Distance... ijlter.org/index.php/ijlter/article/view/5158/pdfStudentsAo Preferences and Learning Styles in Relation to Reading and Writing Strategies at Distance ijlter index php ijlter article view 5158 pdf
Read online
File size454.13 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test