UNIBAUNIBA

KompetensiKompetensi

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali perbedaan kompetensi gramatikal dan kompetensi pragmatik dalam pembelajaran bahasa. Desain makalah ini adalah penelitian kepustakaan dengan mempelajari buku, jurnal, literatur, catatan, dan laporan yang berkaitan dengan kompetensi gramatikal dan pragmatik. Sumber data untuk laporan proyek ini adalah buku-buku yang relevan dan penelitian sebelumnya berupa artikel jurnal tentang kompetensi gramatikal dan pragmatik. Hasil penelitian menyatakan bahwa hanya mengetahui kaidah-kaidah gramatikal atau bahasa saja tanpa mengetahui kapan dan di mana kaidah-kaidah itu harus diterapkan tidaklah cukup. Ini tidak hanya membahas tata bahasa tetapi juga makna. Ini bisa berarti bahwa harus ada lebih banyak latihan untuk mengidentifikasi kesalahan tata bahasa dan pragmatis. Guru kemudian harus mendorong siswa mereka untuk menyadari kesalahan tata bahasa dan pragmatis dan memperlakukan mereka dengan serius. Akibatnya, penelitian ini telah menarik perhatian pada masalah ini dan dapat membantu pembelajar bahasa dalam mempromosikan kompetensi pragmatis mereka.

Akhirnya, dua klaim telah dibuat tentang kompetensi gramatikal dan pragmatikal.Kedua, pembelajar dapat secara pragmatis tepat bahkan jika mereka tidak memahami struktur gramatikal yang diharapkan oleh penutur asli.Namun, hanya mengetahui kompetensi gramatikal (kaidah bahasa) tanpa mengetahui kapan dan di mana kaidah-kaidah itu harus diterapkan tidaklah cukup.Siswa perlu memahami kedua kompetensi tersebut untuk dapat berkomunikasi secara efektif.Guru kemudian harus mendorong siswa mereka untuk menyadari kesalahan tata bahasa dan pragmatis dan memperlakukan mereka dengan serius.Akibatnya, artikel ini telah membawa masalah ini ke permukaan dan dapat membantu pembelajar bahasa dalam meningkatkan kompetensi pragmatis mereka.Namun, penelitian ini merekomendasikan agar upaya lebih lanjut dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pragmatis dengan mendorong pembelajar untuk menggunakan cara alternatif di luar kelas, seperti menonton film, menggunakan perangkat lunak interaktif, dan, jika memungkinkan, berbicara dengan penutur asli.

Untuk meningkatkan kompetensi pragmatis pembelajar bahasa, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang mendorong interaksi autentik dengan penutur asli. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan kompetensi pragmatis, seperti penggunaan perangkat lunak interaktif atau platform komunikasi daring. Terakhir, studi dapat menyelidiki dampak budaya dan konteks sosial terhadap kompetensi pragmatis, serta strategi untuk membantu pembelajar memahami dan menavigasi perbedaan budaya dalam komunikasi.

Read online
File size113.62 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test