UNISNUUNISNU

JURNAL LENTERA ANAKJURNAL LENTERA ANAK

Rendahnya kemampuan literasi dan kemandirian belajar anak usia dini masih menjadi permasalahan utama, sementara pemanfaatan media edukasi digital belum banyak mengintegrasikan literasi kesehatan sebagai bagian dari pembelajaran holistik. Sebagian besar studi sebelumnya berfokus pada peningkatan aspek akademik tanpa mengaitkannya dengan pembentukan perilaku hidup sehat, sehingga menunjukkan adanya kesenjangan dalam integrasi literasi kesehatan pada pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran digital interaktif berbasis literasi kesehatan dalam meningkatkan literasi dan kemandirian belajar anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari 40 anak usia 4-6 tahun yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan instrumen observasi dan lembar penilaian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05.

Model pembelajaran digital interaktif berbasis literasi kesehatan terbukti secara signifikan efektif meningkatkan literasi dan kemandirian belajar anak usia dini.Peningkatan yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen dibandingkan kontrol menunjukkan bahwa intervensi media digital yang interaktif, kontekstual, dan terintegrasi memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna daripada pembelajaran konvensional.Temuan ini memperkuat konsep pembelajaran holistik dengan mengintegrasikan literasi akademik, literasi kesehatan, dan kemandirian belajar dalam satu kerangka model digital yang utuh.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efek jangka panjang penggunaan model pembelajaran digital integratif berbasis literasi kesehatan pada perkembangan literasi, kemandirian belajar, dan perilaku kesehatan anak usia dini dengan desain longitudinal dan sampel yang lebih besar, untuk menilai keberlanjutan manfaat intervensi. Selain itu, penting untuk menyelidiki peran keterlibatan orang tua, misalnya dengan merancang program pelatihan literasi digital bagi orang tua dan menguji apakah peningkatan kompetensi digital orang tua berkontribusi pada hasil belajar anak yang lebih baik. Selanjutnya, adaptasi model ke konteks pendidikan yang beragam, seperti daerah dengan keterbatasan teknologi atau anak dengan kebutuhan khusus, dapat dieksplorasi untuk menentukan sejauh mana model tersebut dapat diuniversalkan dan apa modifikasi yang diperlukan agar tetap efektif dalam berbagai setting.

  1. Guidelines for Bibliometric‐Systematic Literature Reviews: 10 steps to combine analysis, synthesis... doi.org/10.1111/ijmr.12381Guidelines for BibliometricyAAAaSystematic Literature Reviews 10 steps to combine analysis synthesis doi 10 1111 ijmr 12381
  2. Peran Literasi Digital dalam Mendukung Perkembangan Anak Usia Dini melalui Pemanfaatan Teknologi | Jurnal... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/6166Peran Literasi Digital dalam Mendukung Perkembangan Anak Usia Dini melalui Pemanfaatan Teknologi Jurnal obsesi index php obsesi article view 6166
  3. Peran Teknologi AI PAUDPEDIA sebagai Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Literasi Digital... educasia.or.id/index.php/educasia/article/view/279Peran Teknologi AI PAUDPEDIA sebagai Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Literasi Digital educasia index php educasia article view 279
  4. 0. 0 unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf00003964430 0 unesdoc unesco ark 48223 pf0000396443
Read online
File size456.21 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test