UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Mathematical literacy often focuses on abstract concepts, neglecting their application in real-life contexts meaningful to students. This limitation hampers students ability to use mathematics to solve everyday problems. Grounded in pragmatism philosophy, which views knowledge as dynamic and shaped by experience, this study explores how mathematical literacy can be developed as an adaptive skill connected to real-world challenges. Through a literature review of pragmatism theories and mathematical literacy practices, the research highlights the potential of pragmatism to enrich mathematical literacy education. Findings suggest that integrating pragmatism fosters a more meaningful learning experience by emphasizing the application of mathematical concepts in daily life. This approach transforms mathematical literacy from merely understanding theories into a practical skill adaptable to evolving real-world needs. The study recommends incorporating pragmatic strategies, such as Problem-Based Learning (PBL), into curricula to align mathematical literacy with contemporary demands and encourages institutions to provide regular training on such methods to enhance students competencies.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi matematis, dalam pandangan pragmatisme, bukan hanya tentang pemahaman konsep abstrak, melainkan keterampilan yang berkembang seiring pengalaman dan relevan dengan kehidupan nyata.Penerapan pragmatisme dalam pembelajaran literasi matematis dapat mengubah pendekatan pembelajaran dari statis menjadi dinamis, di mana siswa belajar melalui pengalaman langsung dan pemecahan masalah kontekstual.Pendekatan berbasis masalah (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia nyata.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip pragmatisme dapat diintegrasikan secara lebih mendalam ke dalam desain kurikulum matematika di berbagai jenjang pendidikan. Kedua, penelitian dapat fokus pada pengembangan dan evaluasi model pembelajaran literasi matematis berbasis pragmatisme yang melibatkan kolaborasi antara guru, siswa, dan komunitas lokal. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari pembelajaran literasi matematis berbasis pragmatisme terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah kompleks di dunia nyata dan berkontribusi pada masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang bagaimana pragmatisme dapat memberdayakan siswa untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang mampu menerapkan pengetahuan matematika mereka secara efektif dalam berbagai konteks.

  1. The Eurasian Science Review. development cultivation mathematical literacy pedagogical perspective eurasian... eurasia-science.org/index.php/pub/article/view/55The Eurasian Science Review development cultivation mathematical literacy pedagogical perspective eurasian eurasia science index php pub article view 55
  2. Kurikulum Merdeka Belajar sebagai Wujud Pendidikan yang Memerdekakan Peserta Didik | Arus Jurnal Pendidikan.... doi.org/10.57250/ajup.v2i3.112Kurikulum Merdeka Belajar sebagai Wujud Pendidikan yang Memerdekakan Peserta Didik Arus Jurnal Pendidikan doi 10 57250 ajup v2i3 112
Read online
File size427.8 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test