HAMZANWADIHAMZANWADI
Jurnal ElemenJurnal ElemenTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran gaya belajar siswa menurut klasifikasi David Kolb, untuk mengetahui rata-rata kemampuan komunikasi matematika yang memiliki gaya belajar diverger, assimilator, converger dan accommodator, dan untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan kemampuan komunikasi matematika yang signifikan antara siswa yang memiliki gaya belajar diverger, assimilator, converger dan accommodator. Penelitian ini dilakukan di MAN 2 Kota Cirebon. Instrumen yang digunakan yaitu Learning style inventory (LSI) dan tes kemampuan komunikasi matematika. Jenis penelitian ini adalah studi perbandingan dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil pengolahan data, bahwa sebaran gaya belajar siswa yang termasuk dalam gaya belajar diverger 17% siswa, assimilator 27% siswa, converger 20% siswa, dan accommodator 36% siswa. Dengan menggunakan skala 0-50, rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa sebesar 28,63, sedangkan jika dilihat dari setiap sebaran gaya belajarnya, rata-rata kemampuan komunikasi matematika siswa diverger 12,80, siswa assimilator 32,88, siswa converger 44,17 dan siswa accommodator 24,27. Berdasarkan hasil analisis dengan uji anova bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematika siswa yang signifikan antara gaya belajar diverger, assimilator, converger dan accommodator dengan taraf signifikan α = 5%.
Sebaran gaya belajar siswa kelas XI MIA-1 beragam, dengan tipe accommodator paling banyak (36%).Analisis menunjukkan rata-rata kemampuan komunikasi matematika berbeda secara signifikan antar gaya belajar (diverger, assimilator, converger, dan accommodator) dengan tingkat signifikansi 5%, dimana gaya converger memiliki nilai tertinggi.Dengan demikian, tiap gaya belajar berkontribusi pada perbedaan kemampuan komunikasi matematika siswa.
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas intervensi pembelajaran yang disesuaikan dengan masing‑masing gaya belajar (diverger, assimilator, converger, dan accommodator) untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa, misalnya dengan merancang modul berbasis aktivitas praktis untuk gaya accommodator dan pendekatan reflektif untuk gaya assimilator. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perkembangan kemampuan komunikasi matematika dan gaya belajar siswa selama tiga hingga lima tahun pendidikan menengah dapat memberikan gambaran tentang perubahan dinamis dan faktor‑faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kompetensi tersebut. Penelitian juga dianjurkan untuk mempertimbangkan variabel tambahan seperti motivasi belajar, persepsi guru, dan penggunaan teknologi edukatif, sehingga dapat mengidentifikasi interaksi kompleks antara faktor‑faktor tersebut dan kemampuan komunikasi matematika, serta memberikan rekomendasi kebijakan pendidikan yang lebih komprehensif.
- Eurasian Journal of Educational Research – An Open Access Journal | Print ISSN : 1302-597X | e-ISSN... doi.org/10.14689/ejer.2013.53.6Eurasian Journal of Educational Research Ae An Open Access Journal Print ISSN 1302 597X e ISSN doi 10 14689 ejer 2013 53 6
- Malikussaleh Journal of Mathematics Learning (MJML). authentic assessment academic performance study... ojs.unimal.ac.id/index.php/mjml/article/view/579Malikussaleh Journal of Mathematics Learning MJML authentic assessment academic performance study ojs unimal ac index php mjml article view 579
- Purposive Sampling as a Tool for Informant Selection | Ethnobotany Research and Applications. purposive... doi.org/10.17348/era.5.0.147-158Purposive Sampling as a Tool for Informant Selection Ethnobotany Research and Applications purposive doi 10 17348 era 5 0 147 158
| File size | 366.7 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
USNSJUSNSJ Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil analisis inferensial terhadap hasil belajar siswa menggunakanData dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil analisis inferensial terhadap hasil belajar siswa menggunakan
ALIMSPUBLISHINGALIMSPUBLISHING Pada tahap siklus 1 perolehan hanya 32,2 % siswa yang mencapai ketuntasan hasil belajar, presentase ini kemudian mengalami peningkatan yang signifikanPada tahap siklus 1 perolehan hanya 32,2 % siswa yang mencapai ketuntasan hasil belajar, presentase ini kemudian mengalami peningkatan yang signifikan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Guru mengamati pergeseran dari instruksi berpusat guru menuju pembelajaran berpusat siswa, sejalan dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Struktur naratif,Guru mengamati pergeseran dari instruksi berpusat guru menuju pembelajaran berpusat siswa, sejalan dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Struktur naratif,
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Perbedaan skor rata-rata antara pretest dan postest sebesar 14,325 poin juga menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang cukup tinggi. HalPerbedaan skor rata-rata antara pretest dan postest sebesar 14,325 poin juga menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang cukup tinggi. Hal
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Maduran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif denganPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Maduran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Pendidikan berfungsi sebagai tindakan konkret untuk memperbaiki kegiatan manusia supaya lebih baik, dengan adanya pendidikan, perlahan-lahan masalah yangPendidikan berfungsi sebagai tindakan konkret untuk memperbaiki kegiatan manusia supaya lebih baik, dengan adanya pendidikan, perlahan-lahan masalah yang
UMNUMN Sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco Enzyme telah dilaksanakan di SD Negeri 105327 Pardamean, Kecamatan Tanjung Morawa, dengan melibatkan 15 orang praktisi.Sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco Enzyme telah dilaksanakan di SD Negeri 105327 Pardamean, Kecamatan Tanjung Morawa, dengan melibatkan 15 orang praktisi.
UNIKSUNIKS Pendidikan masa Belanda memperkenalkan sistem dan metode baru tetapi sekedar untuk menghasilkan tenaga yang dapat membantu kepentingan mereka dengan upahPendidikan masa Belanda memperkenalkan sistem dan metode baru tetapi sekedar untuk menghasilkan tenaga yang dapat membantu kepentingan mereka dengan upah
Useful /
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja struktural dua model poros roda kereta api (Model A dan Model B) akibat pembebanan statik vertikal menggunakanPenelitian ini bertujuan membandingkan kinerja struktural dua model poros roda kereta api (Model A dan Model B) akibat pembebanan statik vertikal menggunakan
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Pesantren perlu dikelola secara profesional sebagai lembaga pendidikan untuk menjaga kualitas lulusannya yang hingga kini berkontribusi baik dalam masyarakat.Pesantren perlu dikelola secara profesional sebagai lembaga pendidikan untuk menjaga kualitas lulusannya yang hingga kini berkontribusi baik dalam masyarakat.
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi metode ODOA di SD NU Awar-awar telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan konsep dasarnya. PerencanaanPenelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi metode ODOA di SD NU Awar-awar telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan konsep dasarnya. Perencanaan
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Model pendidikan pesantren, dengan tradisi keilmuan yang kuat dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan, menjadi inspirasi penting dalam mewujudkan pendidikanModel pendidikan pesantren, dengan tradisi keilmuan yang kuat dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan, menjadi inspirasi penting dalam mewujudkan pendidikan