STISNQSTISNQ

prosidingprosiding

Penelitian ini memfokuskan pada pengembangan keterampilan kewirausahaan bagi penyandang Down Syndrome melalui peran aktif tiga pihak utama, yaitu Orang Tua, Akademisi, dan Pemerintah. Tujuan utama penelitian ini adalah memberikan rekomendasi kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh APG dalam mendukung dan mendorong kewirausahaan pada mahasiswa Down Syndrome. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menghasilkan mekanisme pelibatan pihak eksternal sebagai pengamat dan pemangku kepentingan yang memahami karakteristik serta kebutuhan mahasiswa Down Syndrome. Dengan menggunakan metode Delphi, penelitian ini mengidentifikasi keterampilan kewirausahaan paling penting bagi mahasiswa Down Syndrome dan merekomendasikan urutan penanaman kebiasaan yang dapat mengembangkan keterampilan tersebut. Analisis kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki oleh mahasiswa Down Syndrome dan orang tua serta keterampilan yang dibutuhkan di masa depan juga dilakukan. Hasil studi mengkategorikan keterampilan tersebut ke dalam enam area utama: Kebutuhan Hidup Mandiri, Peran Orang Tua, Disiplin dan Tanggung Jawab, Pemahaman Ekonomi, Pengalaman Praktis, dan Pelatihan. Rekomendasi yang dirumuskan meliputi lima langkah untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan bagi penyandang Down Syndrome sesuai tingkat usia. Melalui implementasi rekomendasi ini, diharapkan penyandang Down Syndrome secara bertahap memperoleh keterampilan kewirausahaan yang diperlukan untuk meraih kemandirian dan kesuksesan. Penelitian ini menyediakan panduan komprehensif bagi pemangku kepentingan, termasuk orang tua, pendidik, dan penyedia layanan, dalam mengembangkan program dan intervensi yang efektif untuk mendukung potensi kewirausahaan penyandang Down Syndrome.

Hasil menunjukkan perbedaan pola respons antara orang tua anak dengan kebutuhan khusus dan orang tua anak biasa.Orang tua anak dengan kebutuhan khusus cenderung lebih tenang pada situasi tanpa tekanan namun menjadi lebih tegang pada situasi dengan tekanan, sedangkan orang tua anak biasa menunjukkan fleksibilitas lebih tinggi baik pada situasi tanpa maupun dengan tekanan.Perbedaan pola respons ini dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam mengelola dan mendukung anak masing‑masing.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh kurikulum kewirausahaan yang disesuaikan terhadap pencapaian kemandirian hidup pada siswa Down Syndrome pada berbagai rentang usia, sehingga dapat mengidentifikasi tahapan pembelajaran yang paling efektif. Penelitian lain dapat mengevaluasi peran alat digital dan pembelajaran berbasis permainan (gamified learning) dalam meningkatkan kemampuan kewirausahaan siswa Down Syndrome, memperhatikan aspek motivasi dan retensi pengetahuan. Selanjutnya, sebuah studi longitudinal dapat meneliti dampak program pelatihan orang tua dalam mempertahankan perilaku kewirausahaan pada remaja penyandang Down Syndrome, sehingga dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan intervensi keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang strategi pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan bagi penyandang Down Syndrome.

Read online
File size902.44 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test