IAINGAWIIAINGAWI

Jurnal Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahJurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Model pembelajaran berbasis inkuiri (Inquiry-Based Learning/IBL) adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat proses belajar, di mana mereka terlibat aktif dalam eksplorasi, pengajuan pertanyaan, investigasi, serta penemuan solusi terhadap masalah yang mereka hadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas IBL dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah dasar. Literasi mencakup kemampuan membaca kritis dan memahami informasi, sementara numerasi melibatkan pemahaman konsep matematika serta keterampilan dalam pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa IBL mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, analitis, serta pemahaman konsep literasi dan numerasi secara mendalam dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Meskipun memiliki banyak keunggulan, penerapan IBL dihadapkan pada tantangan seperti kebutuhan waktu yang lebih lama dan keterbatasan sumber daya, terutama dalam pengadaan alat eksperimen. Oleh karena itu, disarankan agar guru mendapatkan pelatihan khusus serta dukungan sumber daya yang memadai untuk mengoptimalkan penerapan IBL di sekolah dasar.

Model pembelajaran inquiry meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar melalui partisipasi aktif dan pemikiran kritis.IBL memotivasi kolaborasi serta keterampilan kolaboratif, namun memerlukan waktu dan sumber daya lebih.Untuk potensi penuh, guru harus menerima pelatihan khusus dan sekolah menyediakan fasilitas serta bahan pendukung.

1) Meneliti dampak pelatihan guru berbasis e‑learning terhadap kemampuan pelaksanaan Inquiry Based Learning (IBL) di kelas dasar agar dapat meningkatkan keterampilan guru dan efisiensi waktu pelajaran. 2) Melakukan studi longitudinal terhadap perkembangan literasi dan numerasi siswa setelah satu tahun penerapan IBL, termasuk analisis retensi pengetahuan serta perubahan motivasi belajar siswa. 3) Membandingkan efektivitas IBL dengan model Problem Based Learning (PBL) dalam konteks sekolah di daerah terpencil, dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya, dukungan tenaga pengajar, dan akses teknologi, guna menentukan strategi pengembangan pelatihan dan sumber daya yang paling sesuai.

  1. JPMI - Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif. literasi numerasi model pembelajaran hubungannya kemampuan... journal.ikipsiliwangi.ac.id/index.php/jpmi/article/view/21650JPMI Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif literasi numerasi model pembelajaran hubungannya kemampuan journal ikipsiliwangi ac index php jpmi article view 21650
  2. Meningkatkkan Kemampuan Literasi Numerasi Dengan Model Problem Based Learning (PBL) Ditinjau Dari Self... jm.ejournal.id/index.php/mendidik/article/view/236Meningkatkkan Kemampuan Literasi Numerasi Dengan Model Problem Based Learning PBL Ditinjau Dari Self jm ejournal index php mendidik article view 236
  3. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Menggunakan Model Inquiry Learning | Jurnal Cendekia... j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/1627Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Menggunakan Model Inquiry Learning Jurnal Cendekia j cup index php cendekia article view 1627
  4. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA | Jurnal Math-UMB.EDU.... doi.org/10.36085/mathumbedu.v9i2.3213PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA Jurnal Math UMB EDU doi 10 36085 mathumbedu v9i2 3213
Read online
File size346.4 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test