FKIP UWGMFKIP UWGM

Script JournalScript Journal

Latar Belakang. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana seorang dosen EFL memahami pembelajaran mendalam sebagai pendekatan pedagogis, bagaimana alat digital dan berbasis AI diintegrasikan ke dalam pengajaran berbicara EFL, dan tantangan apa yang muncul ketika alat ini digunakan di kelas yang berlokasi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.. Metodologi. Studi ini menggunakan desain studi kasus kualitatif interpretif di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan, Kalimantan Utara, Indonesia. Partisipannya adalah satu dosen EFL yang dipilih secara purposif, yang mengajar kelas berbicara dan telah menggunakan aplikasi digital serta berbasis AI dalam praktik di kelas. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, empat observasi kelas, catatan lapangan, dan rekaman video aktivitas kelas.. Temuan. Temuan menunjukkan bahwa aktivitas yang didukung teknologi tampak menciptakan kondisi kelas yang terkait dengan pembelajaran mendalam. Mahasiswa berpartisipasi dalam diskusi kelompok, aktivitas menulis singkat, berbicara spontan, presentasi lisan, dan tugas komunikatif yang terkait dengan konteks yang dikenal seperti pariwisata, perjalanan, pemesanan hotel, dan pengalaman pribadi. Dosen menggunakan alat digital dan berbasis AI, termasuk Duolingo, Elsa Speak, Cake, Busuu, Blooket, alat speech-to-text, QuillBot, dan Grammarly, untuk mendukung pembelajaran kosakata, latihan pengucapan, persiapan berbicara, ulasan berbasis permainan, umpan balik bahasa, revisi, dan keterlibatan pembelajar. Alat-alat ini memperluas praktik di kelas dan membuat pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan. Namun, temuan juga mengindikasikan bahwa teknologi tidak secara otomatis menciptakan pembelajaran mendalam. Nilainya bergantung pada panduan pedagogis dosen dan bagaimana alat tersebut dihubungkan dengan tugas berbicara, refleksi, dan tujuan komunikatif.. Kesimpulan. Dalam kasus yang diamati ini, integrasi teknologi tampak mendukung partisipasi aktif, penggunaan bahasa yang kontekstual, otonomi pembelajar, refleksi, dan keterlibatan positif di kelas berbicara EFL. Pada saat yang sama, beberapa siswa cenderung terlalu cepat mengandalkan alat AI untuk jawaban siap pakai, menyoroti perlunya mediasi guru, literasi digital, dan kesadaran etika. Teknologi dapat memperkaya pembelajaran EFL bila digunakan dengan tujuan pedagogis yang jelas, tetapi tidak boleh menggantikan pemikiran siswa sendiri atau peran instruksional guru.. Orisinalitas. Studi ini memberikan bukti spesifik konteks dari kelas EFL pendidikan tinggi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Ini menunjukkan bagaimana seorang dosen menginterpretasikan dan menerapkan integrasi teknologi untuk mendukung kondisi pembelajaran yang terkait dengan pembelajaran mendalam dalam pengajaran berbicara.

Studi ini meneliti integrasi teknologi dalam kelas berbicara EFL di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, menunjukkan bahwa aktivitas yang didukung teknologi mendorong partisipasi aktif, komunikasi kontekstual, refleksi, otonomi pembelajar, dan keterlibatan positif.Alat digital dan berbasis AI paling efektif ketika mendukung latihan, umpan balik, revisi, dan konstruksi makna, bukan sekadar menghasilkan jawaban cepat.Integrasi teknologi memerlukan mediasi guru yang cermat, mengingat kecenderungan beberapa siswa untuk terlalu bergantung pada AI, sehingga menyoroti pentingnya literasi digital, etika penggunaan AI, dan panduan jelas di kelas.

Saran penelitian lanjutan dapat memperluas temuan studi ini dengan beberapa arah yang lebih mendalam. Pertama, penting untuk menyelidiki secara lebih rinci perspektif dan pengalaman langsung siswa terkait penggunaan alat digital dan AI dalam pembelajaran berbicara EFL. Meskipun studi ini mengamati keterlibatan mereka, pemahaman tentang bagaimana siswa secara pribadi menafsirkan dan merespons intervensi teknologi, termasuk sejauh mana mereka merasa terbantu dalam mencapai pembelajaran mendalam, serta tantangan yang mereka hadapi, akan sangat berharga. Ini bisa mencakup pertanyaan tentang motivasi mereka, strategi belajar mandiri yang mereka kembangkan, dan bagaimana mereka mengelola potensi ketergantungan pada AI. Penelitian semacam ini dapat menggunakan wawancara mendalam, survei skala besar, atau diari belajar siswa untuk menangkap nuansa pengalaman personal mereka. Kedua, mengingat bahwa studi ini bersifat studi kasus dengan periode observasi terbatas, penelitian longitudinal akan sangat bermanfaat untuk mengkaji dampak jangka panjang dari integrasi teknologi terhadap pengembangan keterampilan berbicara, berpikir kritis, dan kapasitas reflektif siswa. Dengan melacak kemajuan siswa selama satu semester atau bahkan satu tahun akademik, kita dapat memperoleh bukti yang lebih kuat tentang apakah pembelajaran mendalam yang didukung teknologi benar-benar menghasilkan peningkatan berkelanjutan dalam kompetensi bahasa dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Peneliti dapat mengukur perubahan dalam kefasihan, akurasi, dan kompleksitas komunikasi lisan siswa, serta menganalisis bagaimana penggunaan AI memengaruhi proses kognitif mereka seiring waktu. Ketiga, untuk memberikan konteks yang lebih luas, studi komparatif antara kelas EFL di wilayah perbatasan dan kelas di daerah urban dengan fasilitas dan dukungan yang lebih memadai akan sangat informatif. Penelitian ini dapat menyoroti perbedaan dalam implementasi teknologi, tantangan infrastruktur, kesiapan pedagogis guru, dan hasil pembelajaran siswa, sehingga membantu mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat disesuaikan untuk konteks yang beragam. Membandingkan bagaimana guru memediasi penggunaan AI, serta bagaimana siswa di setiap lingkungan mengatasi masalah ketergantungan AI, akan memberikan wawasan yang kaya untuk mengembangkan kerangka kerja pedagogis yang lebih tangguh dan adaptif.

  1. Script Journal. ver bridging gap reality digital technology integration indonesian pre service efl teachers... jurnal.fkip-uwgm.ac.id/index.php/Script/article/view/1524Script Journal ver bridging gap reality digital technology integration indonesian pre service efl teachers jurnal fkip uwgm ac index php Script article view 1524
  2. Script Journal. ver mobile applications digital project based learning improve students english speaking... jurnal.fkip-uwgm.ac.id/index.php/Script/article/view/1422Script Journal ver mobile applications digital project based learning improve students english speaking jurnal fkip uwgm ac index php Script article view 1422
  3. Assessing study approach in postgraduate physiotherapy students - J Educ Technol Health Sci. assessing... jeths.org/archive/volume/5/issue/1/article/10348Assessing study approach in postgraduate physiotherapy students J Educ Technol Health Sci assessing jeths archive volume 5 issue 1 article 10348
  4. HRMARS - Impact of Artificial Intelligence on the Enhancement of Quality of Teaching in the Private Sector... hrmars.com/IJARPED/article/view/23546/Impact-of-Artificial-Intelligence-on-the-Enhancement-of-Quality-of-Teaching-in-the-Private-Sector-Tertiary-Education-International-PerspectiveHRMARS Impact of Artificial Intelligence on the Enhancement of Quality of Teaching in the Private Sector hrmars IJARPED article view 23546 Impact of Artificial Intelligence on the Enhancement of Quality of Teaching in the Private Sector Tertiary Education International Perspective
Read online
File size465.6 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test