AFEKSIAFEKSI

Kognisi: Jurnal Ilmu KeguruanKognisi: Jurnal Ilmu Keguruan

Penelitian ini mengeksplorasi manfaat pedagogis dan tantangan yang mungkin muncul dari penggunaan ChatGPT, sebuah model bahasa AI canggih, dalam latihan menulis bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), dengan fokus pada persepsi siswa. Penelitian ini melibatkan 20 siswa EFL Vietnam dari dua institusi pendidikan tinggi dan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur. Kerangka teoritis Teori Belajar Konstruktivis dan Model Penerimaan Teknologi (TAM) menjadi dasar analisis. Temuan mengungkapkan beberapa manfaat penggunaan ChatGPT, termasuk peningkatan keterlibatan dalam latihan menulis, peningkatan keterampilan menulis, peningkatan otonomi pembelajar, dan paparan terhadap penggunaan bahasa yang beragam. Manfaat-manfaat ini sejalan dengan prinsip konstruktivis pembelajaran aktif dan penekanan TAM pada kegunaan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan. Namun, tantangan juga muncul, termasuk ketergantungan berlebihan pada teknologi, kekhawatiran tentang akurasi dan kesesuaian konten yang dihasilkan AI, batasan dalam ekspresi kreatif, serta masalah etika dan privasi. Tantangan-tantangan ini menunjukkan kebutuhan akan integrasi AI yang seimbang dalam pembelajaran bahasa dan pertimbangan cermat akan implikasinya secara pedagogis.

Penelitian ini mengeksplorasi manfaat pedagogis dan tantangan yang mungkin muncul dari penggunaan ChatGPT, sebuah model bahasa AI canggih, dalam latihan menulis bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), dengan fokus pada persepsi siswa.Penelitian ini melibatkan 20 siswa EFL Vietnam dari dua institusi pendidikan tinggi dan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur.Temuan mengungkapkan beberapa manfaat penggunaan ChatGPT, termasuk peningkatan keterlibatan dalam latihan menulis, peningkatan keterampilan menulis, peningkatan otonomi pembelajar, dan paparan terhadap penggunaan bahasa yang beragam.Namun, tantangan juga muncul, termasuk ketergantungan berlebihan pada teknologi, kekhawatiran tentang akurasi dan kesesuaian konten yang dihasilkan AI, batasan dalam ekspresi kreatif, serta masalah etika dan privasi.Penelitian ini menyoroti potensi transformasi dan tantangan yang muncul dari integrasi ChatGPT dalam menulis EFL, dan mendorong pendekatan yang lebih cermat dalam memanfaatkan AI dalam pendidikan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran untuk penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian kuantitatif yang lebih luas untuk memahami dampak ChatGPT dalam menulis EFL secara lebih komprehensif. Kedua, studi komparatif yang menyelidiki berbagai alat AI dan efek jangka panjangnya dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang manfaat dan tantangan masing-masing alat. Ketiga, penting untuk menyelidiki perspektif stakeholder lain, seperti guru dan administrator pendidikan, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang integrasi AI dalam pendidikan. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, serta melibatkan berbagai stakeholder, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam memahami peran AI dalam pembelajaran bahasa dan mengembangkan strategi pendidikan yang lebih efektif dan terukur.

  1. Leveraging ChatGPT for Enhancing Critical Thinking Skills | Journal of Chemical Education. leveraging... doi.org/10.1021/acs.jchemed.3c00505Leveraging ChatGPT for Enhancing Critical Thinking Skills Journal of Chemical Education leveraging doi 10 1021 acs jchemed 3c00505
  2. Exploring the Implications of ChatGPT for Language Learning in Higher Education | Baskara | IJELTAL (Indonesian... doi.org/10.21093/ijeltal.v7i2.1387Exploring the Implications of ChatGPT for Language Learning in Higher Education Baskara IJELTAL Indonesian doi 10 21093 ijeltal v7i2 1387
Read online
File size202.84 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test