AFEKSIAFEKSI

Kognisi: Jurnal Ilmu KeguruanKognisi: Jurnal Ilmu Keguruan

Di lanskap sosiokultural yang beragam di Indonesia, pengajaran bahasa Inggris (ELT) berperan penting dalam membentuk pemahaman siswa terhadap perspektif multikultural. Namun, bahan ajar ELT seringkali kurang inklusif secara budaya dan gagal mendorong keterlibatan kritis terhadap narasi beragam. Makalah konseptual ini mengeksplorasi integrasi Pendekatan Literasi Kritis dalam ELT untuk mempromosikan kesadaran multikultural di kalangan siswa sekolah menengah. Menggunakan Dimensi Multikultural Pendidikan James A. Banks sebagai kerangka analisis, studi ini menilai bagaimana materi ELT dan strategi pedagogis dapat memperkuat kemampuan siswa untuk mengajukan pertanyaan terhadap bias, menantang stereotip, dan terlibat dengan perspektif budaya yang beragam. Melalui tinjauan kritis pedika, buku teks ELT Indonesia, dan literatur terkait, studi ini mengidentifikasi kesenjangan representasi dan menyarankan strategi integrasi praktik pengajaran berbasis literasi kritis, seperti pemilihan teks beragam, dialogik diskusi, dan metode instruksional yang berfokus pada kesetaraan. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi berkelanjutan mengenai pendidikan multikultural dalam ELT dan memberikan wawasan pedagogis bagi guru, penemu kurikulum, dan pembuat kebijakan untuk menciptakan lingkungan belajar bahasa Inggris yang lebih inklusif dan secara kritis terlibat.

Studi ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan literasi kritis dalam pengajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan kesadaran multikultural di kalangan siswa sekolah menengah Indonesia.Analisis berdasarkan Dimensi Multikultural Pendidikan Banks menunjukkan bahwa materi ELT umumnya kurang inklusif budaya, meneguhkan narasi dominan, dan memberi peluang terbatas bagi siswa untuk berinteraksi secara kritis dengan perspektif beragam.Untuk mengatasi kekurangan ini, kurikulum ELT perlu melampaui konten multikultural dangkal dan secara aktif mengadopsi strategi pedagogis yang memberdayakan siswa untuk mengkritisi bias, menantang stereotip, dan membangun kompetensi interkultural.Penelitian lebih lanjut, terutama studi empiris, diperlukan untuk menilai dampak strategi tersebut terhadap pemikiran kritis dan kesadaran multikultural siswa.

Pertama, penelitian lanjut dapat meninjau efektivitas pendekatan literasi kritis melalui program intervensi berkelanjutan yang diukur dengan skala pemikiran kritis dan keterampilan multikultural pada siswa sekolah menengah. Kedua, studi lapangan dapat mengamati peran guru yang dilatih dalam literasi kritis dalam menciptakan ruang diskusi dialogik, lalu menilai perubahan persepsi siswa terhadap budaya minoritas. Ketiga, penelitian dapat membangun kajian komparatif antara buku teks ELT Indonesia dan buku internasional yang telah diadaptasi secara multikultural, untuk menilai kualitas representasi budaya dan dampaknya terhadap motivasi belajar siswa. Dengan menggabungkan ketiga arah tersebut, penelitian dapat memperluas pemahaman tentang bagaimana teori literasi kritis dapat diimplementasikan secara praktis untuk menciptakan lingkungan belajar bahasa Inggris yang lebih adil, inklusif, dan reflektif terhadap keragaman budaya.

  1. An Inquiry Study on Teachers’ Beliefs and Knowledge of Critical Literacy Pedagogy in Indonesia... doi.org/10.2991/assehr.k.200406.031An Inquiry Study on TeachersAo Beliefs and Knowledge of Critical Literacy Pedagogy in Indonesia doi 10 2991 assehr k 200406 031
  2. Cultivating critical global citizens through secondary EFL education: a case study of mainland China... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/lit.12314Cultivating critical global citizens through secondary EFL education a case study of mainland China onlinelibrary wiley doi 10 1111 lit 12314
  3. "Analgesic efficacy of ultrasound guided unilateral erector spinae plan" by SAVAŞ ALTINSOY,... doi.org/10.55730/1300-0144.5355Analgesic efficacy of ultrasound guided unilateral erector spinae plan by SAVA ALTINSOY doi 10 55730 1300 0144 5355
Read online
File size243.81 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test