STAINUPASTAINUPA
Jurnal Pendidikan Agama IslamJurnal Pendidikan Agama IslamStudi tentang Islam, pendidikan, dan masalah kontemporer sering terjebak dalam dua penyederhanaan: (1) tekstualisme normatif yang berpendapat bahwa tradisi dianggap cukup dan menjawab sendiri; (2) kritik sekularis yang menganggap agama sebagai sisa yang harus ditinggalkan. Studi ini mempertimbangkan Contemporary Arab Thought (2004) oleh Ibrahim M. Abu-Rabiʿ untuk memberikan pandangan yang cukup produktif, karena ia memindahkan lensa fokus ke proses produksi pengetahuan: bagaimana pemikiran agama diproduksi, dilegitimasi, dan ditransmisikan melalui institusi, politik, dan praktik pedagogis. Metode yang digunakan adalah analisis dokumen kualitatif monograf, dengan melakukan pemetaan argumen, kode tema, dan audit jejak sehingga setiap klaim dapat menunjukkan sumbernya dalam teks utama. Ada empat temuan: (1) pasca-1967 dipahami sebagai awal sejarah yang merekonstruksi dialektika Arab tentang Islam, modernitas, dan otoritas; (2) dominasi diskursus dipertahankan melalui jaringan ide, institusi, dan kekuasaan, bukan hanya melalui argumen; (3) masalah pendidikan yang paling mendasar adalah tradisi kritik yang sensitif terhadap konteks sejarah dan disiplin verifikasi yang masih lemah, hal ini dapat diamati melalui penguatan hafalan daripada perdebatan ilmiah, serta penghapusan tema agama dan masyarakat sebagai studi akademik; (4) Abu Rabi menawarkan cara membaca anti-penyederhanaan dengan pendekatan ulang antara perspektif Islam kritis dan teori kritis Barat. Penelitian ini mengembangkan implikasi untuk pendidikan agama sebagai pemikiran pendidikan: kurikulum sebagai arsitek epistimik, pedagogi sebagai verifikasi argumen, dan ekologi institusional sebagai prasyarat untuk menjaga kritik tetap hidup.
Artikel ini berpendapat bahwa Contemporary Arab Thought karya Abu-Rabiʿ dapat dibaca secara produktif—untuk kepentingan pendidikan agama—sebagai pemikiran pendidikan tentang produksi pengetahuan.Melalui temuan yang dapat dilacak, Abu-Rabiʿ membangun pasca-1967 sebagai cakrawala intelektual, menganalisis dominasi diskursus melalui jaringan ide–institusi–kekuasaan, mengkritik norma pendidikan yang memprioritaskan hafalan dan menyangkal sejarah, serta mengusulkan orientasi anti-penyederhanaan melalui pendekatan ulang dengan teori kritis (Abu-Rabiʿ, 2004, pp.Dari temuan ini, artikel ini mendalilkan tiga implikasi untuk pendidikan agama.kurikulum sebagai arsitek epistimik, pedagogi sebagai disiplin verifikasi, dan ekologi institusional sebagai kondisi untuk kritik.Implikasi-implikasi ini disajikan dengan kehati-hatian inferensial dan mengundang penelitian lebih lanjut yang memperluas corpus Abu-Rabiʿ dan menguji secara empiris relevansi pendidikan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang bagaimana institusi pendidikan agama membentuk habitus epistimik siswa melalui hafalan, perdebatan, historisasi, atau produksi teori. Selain itu, perlu dipertimbangkan bagaimana institusi tersebut membentuk kurikulum dan mengatur kemungkinan intelektual. Penelitian ini juga dapat dikembangkan dengan membandingkan pendekatan Abu-Rabiʿ dengan kerangka kerja lain dalam sejarah intelektual Arab dan teori pendidikan agama (Jackson, 2013; Shakry, 2017). Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap pemahaman kita tentang produksi pengetahuan agama dan implikasinya terhadap pendidikan.
| File size | 263.46 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
EDUJAVAREEDUJAVARE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan, menganalisis data dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademikPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan, menganalisis data dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik
EDUJAVAREEDUJAVARE Implementasi dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang menekankan kegiatan eksplorasi, diskusi, dan refleksi. Namun, implementasinyaImplementasi dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang menekankan kegiatan eksplorasi, diskusi, dan refleksi. Namun, implementasinya
EDUJAVAREEDUJAVARE Hal ini mengonfirmasi bahwa kerangka filosofis maqasid al-shariah tidak hanya relevan sebagai pisau analitis tajam, tetapi juga muncul sebagai kompas moralHal ini mengonfirmasi bahwa kerangka filosofis maqasid al-shariah tidak hanya relevan sebagai pisau analitis tajam, tetapi juga muncul sebagai kompas moral
UNSUDAUNSUDA Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji masalah tradisionalisme dalam pembelajaran dan lemahnya internalisasi nilai‑nilai Islam di sekolah negeri, khususnyaPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji masalah tradisionalisme dalam pembelajaran dan lemahnya internalisasi nilai‑nilai Islam di sekolah negeri, khususnya
STAISDHARMASTAISDHARMA Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kompetensi mahasiswa terkait customer service dalam melayani nasabah. Diharapkan hasil pengabdianHasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kompetensi mahasiswa terkait customer service dalam melayani nasabah. Diharapkan hasil pengabdian
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya pendidik dan sarana pendukung pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikanNamun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya pendidik dan sarana pendukung pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan
STAISDHARMASTAISDHARMA Selain itu, penerapan game edukatif ini efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, yang terlihat dari peningkatan signifikan skorSelain itu, penerapan game edukatif ini efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, yang terlihat dari peningkatan signifikan skor
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Untuk mempromosikan toleransi antaragama di Indonesia, penting untuk mengimplikasikan konsep mahabah dalam proses sosialisasi, yang diartikan sebagai cinta/afeksiUntuk mempromosikan toleransi antaragama di Indonesia, penting untuk mengimplikasikan konsep mahabah dalam proses sosialisasi, yang diartikan sebagai cinta/afeksi
Useful /
ALIFAALIFA Data diperoleh dari kuesioner yang diberikan kepada mahasiswa semester 5 STIES Alifa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square adalahData diperoleh dari kuesioner yang diberikan kepada mahasiswa semester 5 STIES Alifa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square adalah
ALIFAALIFA Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan menyesuaikan konten serta aktivitasHasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan menyesuaikan konten serta aktivitas
ALIFAALIFA Hasil menunjukkan bahwa literasi keuangan diterapkan melalui pendekatan pembelajaran berbasis bermain dengan model Beyond Center and Circle Time (BCCT).Hasil menunjukkan bahwa literasi keuangan diterapkan melalui pendekatan pembelajaran berbasis bermain dengan model Beyond Center and Circle Time (BCCT).
JOURNALSTKIPPGRISITUBONDOJOURNALSTKIPPGRISITUBONDO Berdasarkan pembahasan, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kreatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai rencana, karena kegiatan belajarBerdasarkan pembahasan, diperlukan pendekatan pembelajaran yang kreatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai rencana, karena kegiatan belajar