UNSUDAUNSUDA

Mudir : Jurnal Manajemen PendidikanMudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji masalah tradisionalisme dalam pembelajaran dan lemahnya internalisasi nilai‑nilai Islam di sekolah negeri, khususnya pada SMAN 10 Rejang Lebong. Dengan pendekatan kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, dan kuesioner, penelitian menemukan bahwa kelas Pendidikan Agama Islam (PAI) masih didominasi oleh metode ceramah pasif, yang membatasi keterlibatan aktif siswa. Nilai‑nilai Islam belum secara sistematis tertanam dalam budaya sekolah, dan dukungan dari lingkungan keluarga serta sosial juga minim. Penelitian ini mengintegrasikan teori‑teori dari Piaget, Vygotsky, Bronfenbrenner, serta Transformative Learning Mezirow untuk menafsirkan temuan. Hasil tersebut memperkuat penelitian sebelumnya sekaligus memperkenalkan model pembelajaran transformasional baru berbasis integrasi budaya sekolah. Penelitian ini memberikan perspektif baru pada manajemen pendidikan Islam di sekolah negeri serta menyoroti keterbatasan terkait ruang lingkup dan sampel penelitian.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan berkelanjutan metode ceramah tradisional dan lemahnya dukungan institusional serta ekologi untuk internalisasi nilai secara signifikan membatasi efektivitas pendidikan Islam di SMAN 10 Rejang Lebong.Tantangan tersebut bukan semata‑masalah pedagogis, melainkan struktural, yang berakar pada kurangnya inovasi kontekstual, integrasi budaya, dan sinergi sosial.Temuan penelitian menekankan kebutuhan sekolah negeri untuk beralih dari transmisi kognitif menuju Pendidikan Agama Islam (PAI) yang transformatif, partisipatif, dan berbasis konteks, dengan rekomendasi berupa pelatihan modular bagi guru PAI, institusionalisasi nilai melalui mekanisme kebijakan seperti program “nilai bulan, pembentukan unit kemitraan orang tua‑sekolah, serta integrasi media digital dalam pembelajaran agama.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan nilai‑nilai Islam di berbagai sekolah negeri, dengan menggunakan desain campuran kuantitatif‑kualitatif untuk membandingkan hasil belajar dan internalisasi nilai siswa. Selanjutnya, studi dapat meneliti peran media digital, khususnya platform video pendek, dalam memperkuat internalisasi nilai Islam pada remaja, serta menilai dampak jangka panjangnya terhadap perilaku religius. Penelitian ketiga dapat memfokuskan pada program kemitraan antara keluarga dan sekolah, mengkaji bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi internalisasi nilai pada siswa dari latar belakang sosial‑ekonomi yang berbeda. Semua penelitian tersebut harus memperhatikan konteks lokal serta melibatkan stakeholder pendidikan untuk memastikan relevansi dan keberlanjutan hasil. Metode yang diusulkan mencakup observasi kelas, analisis konten digital, dan survei persepsi orang tua serta guru. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan dapat dihasilkan model kebijakan yang lebih umum dan intervensi yang teruji secara empiris untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di sekolah umum.

Read online
File size272.31 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test