RISETILMIAHRISETILMIAH

Impression : Jurnal Teknologi dan InformasiImpression : Jurnal Teknologi dan Informasi

Fenomena Sound Horeg di wilayah perkotaan Kabupaten Jember menimbulkan dualitas antara manfaat ekonomi dan gangguan lingkungan akibat kebisingan ekstrem. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi masyarakat, mengukur tingkat adaptabilitas, serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengelolaan berbasis keseimbangan sosial, budaya, dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah mixed methods melalui observasi lapangan, kuesioner, wawancara semi-terstruktur, dan analisis spasial menggunakan buffer noise mapping. Hasil menunjukkan bahwa 72% masyarakat bersikap kontra dengan skor rata-rata >4,4, terutama karena faktor kebisingan yang melebihi 120 dB. Sementara itu, kelompok pro menilai Sound Horeg memberikan peluang ekonomi dan hiburan, namun tetap menuntut regulasi ketat. Rekomendasi kebijakan meliputi pembatasan volume maksimal 85 dB, pengaturan jam operasional 12.00–18.00, penetapan lokasi di ruang terbuka minimal 150 m dari permukiman, serta rebranding menjadi “Sound Karnaval agar lebih berterima secara sosial. Hasil ini mendukung pencapaian SDG 3, 8, 11, dan 16 melalui tata kelola berkelanjutan yang menyeimbangkan kesehatan, ekonomi kreatif, budaya, dan ketertiban publik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Sound Horeg di Kabupaten Jember memerlukan kebijakan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, budaya, dan lingkungan.Sebagian besar masyarakat menunjukkan sikap kontra terhadap Sound Horeg karena kebisingan yang mengganggu, sementara kelompok pro menilai manfaat ekonomi dan hiburannya.Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang komprehensif mencakup pembatasan volume, pengaturan waktu dan lokasi, serta integrasi budaya lokal untuk mencapai keseimbangan antara hiburan dan kenyamanan hidup.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk memantau dinamika persepsi masyarakat terhadap Sound Horeg dan efektivitas kebijakan yang diterapkan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat menggabungkan analisis akustik yang lebih detail dengan pemetaan spasial untuk mengidentifikasi zona-zona yang paling rentan terhadap kebisingan dan merumuskan strategi mitigasi yang lebih tepat sasaran. Ketiga, eksplorasi lebih mendalam mengenai potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan dari Sound Horeg, dengan fokus pada peningkatan kualitas produk dan layanan serta diversifikasi sumber pendapatan, dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi lokal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena Sound Horeg dan mendukung perumusan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan Jember.

Read online
File size665.69 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test