JSSSJSSS

Journal of Social ScienceJournal of Social Science

PT Perkebunan ABC berupaya mencapai target dan meningkatkan produktivitas karyawannya. Penelitian ini menguji apakah konflik dan stres kerja memengaruhi kinerja karyawan PT Perkebunan ABC dengan hipotesis bahwa kedua faktor tersebut berpengaruh. Teori yang digunakan meliputi Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM), manajemen konflik, dan perilaku organisasi terkait konflik, stres kerja, dan kinerja karyawan. Penelitian bersifat korelasional dengan populasi 749 orang karyawan eksekutif, dan metode analisis yang dipakai adalah Structural Equation Model (SEM). Hasil menunjukkan bahwa konflik merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kinerja karyawan PT Perkebunan ABC, dengan pengaruh sebesar 91%.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, faktor paling berpengaruh terhadap kinerja Karyawan Eksekutif (Karpel) di PT Perkebunan ABC Asahan adalah konflik dengan pengaruh sebesar 91%, sedangkan pengaruh stres terhadap kinerja hanya 11%.Penyebab utama konflik adalah lingkungan kerja yang memberikan kontribusi sebesar 99%.Empat indikator yang membentuk stres memiliki peran hampir setara dalam memicu terjadinya stres.

Penelitian lanjutan dapat menguji efektivitas program pelatihan komunikasi internal sebagai intervensi untuk mengurangi tingkat konflik di PT Perkebunan ABC, dengan merancang desain eksperimental yang membandingkan kelompok yang menerima pelatihan dengan kelompok kontrol, serta mengukur perubahan nilai konflik dan kinerja karyawan secara kuantitatif. Selanjutnya, studi longitudinal selama dua hingga tiga tahun dapat memetakan evolusi stres kerja dan konflik seiring dengan perubahan struktural organisasi, guna menilai apakah fluktuasi kedua variabel tersebut berhubungan dengan variasi produktivitas dan kehadiran karyawan dalam jangka panjang. Penelitian komparatif antar perusahaan agribisnis di Indonesia dapat mengevaluasi peran kepemimpinan transformasional sebagai moderator yang dapat mengurangi dampak negatif konflik dan stres terhadap kinerja, dengan mengumpulkan data survei dari berbagai level manajerial dan mengaplikasikan analisis SEM multigroup. Selain itu, penelitian kualitatif mendalam dapat menggali persepsi karyawan tentang faktor-faktor budaya organisasi yang memperkuat atau meredam konflik, sehingga memberikan insight kontekstual bagi kebijakan HRM. Terakhir, studi eksperimen dapat menguji pengaruh fleksibilitas kerja dan kebijakan keseimbangan kehidupan‑pekerjaan terhadap tingkat stres, untuk menentukan apakah penyesuaian kebijakan kerja dapat meningkatkan kepuasan dan produktivitas. Ketiga hingga lima arah penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi praktis dan teoretis yang memperkuat strategi manajemen konflik dan stres di sektor perkebunan.

Read online
File size412.78 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test