UNARSUNARS

GrowthGrowth

Penelitian ini bertujuan (1) untuk menentukan pengaruh Tingkat Kecukupan Modal (CAR), Efisiensi Operasional (OEOI), Risiko Kredit (NPF), dan Likuiditas (FDR) secara parsial terhadap Profitabilitas (ROA), (2) untuk menentukan pengaruh Tingkat Kecukupan Modal (CAR), Efisiensi Operasional (OEOI), Risiko Kredit (NPF), dan Likuiditas (FDR) secara simultan terhadap Profitabilitas (ROA), dan (3) untuk mengidentifikasi variabel mana di antara CAR, OEOI, NPF, dan FDR yang memiliki pengaruh paling besar terhadap Profitabilitas (ROA) pada perbankan syariah yang terdaftar di OJK selama periode 2015-2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menghasilkan persamaan regresi: Y = 21,756 0,11X1 - 0,349X2 0,507X3 0,117X4 e. Secara parsial, CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, OEOI berpengaruh negatif signifikan, sementara NPF dan FDR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh terhadap ROA, dengan OEOI menjadi variabel paling dominan (nilai -13,352). Kemampuan prediktif keempat variabel terhadap ROA dalam penelitian ini mencapai 89,1%, sedangkan sisanya 10,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian.

Penelitian menunjukkan bahwa variabel BOPO memiliki pengaruh paling dominan terhadap profitabilitas (ROA) dibandingkan variabel lainnya pada bank umum syariah terdaftar di OJK periode 2015-2019.CAR tidak berpengaruh signifikan, sementara NPF dan FDR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA.Temuan ini menyarankan agar bank fokus pada peningkatan efisiensi operasional serta pengelolaan likuiditas dan kredit untuk meningkatkan profitabilitas.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana adopsi perbankan digital memoderasi pengaruh CAR, BOPO, NPF, dan FDR terhadap ROA pada bank syariah, sehingga memberikan gambaran tentang peran teknologi dalam meningkatkan profitabilitas. Selain itu, penting untuk meneliti peran tata kelola perusahaan sebagai variabel moderatori yang dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antara variabel-variabel kecukupan modal, efisiensi operasional, risiko kredit, dan likuiditas dengan profitabilitas, khususnya dalam konteks regulasi OJK. Selanjutnya, dilakukan studi longitudinal yang memperluas periode analisis hingga tahun 2023 untuk menilai dampak guncangan makroekonomi, seperti krisis finansial atau fluktuasi harga komoditas, terhadap dinamika hubungan variabel-variabel tersebut, sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan bagi perbankan syariah.

Read online
File size1.11 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test