JCOPUBLISHINGJCOPUBLISHING

Journal Corner of Education, Linguistics, and LiteratureJournal Corner of Education, Linguistics, and Literature

Saat ini, penggunaan kata-kata Inggris yang digabungkan dengan imbuhan bahasa Indonesia dalam komunikasi digital telah menciptakan bentuk inovasi linguistik yang unik yang mencerminkan interaksi antara bahasa lokal dan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana imbuhan bahasa Indonesia mempengaruhi struktur morfologis dan makna semantik dari kata-kata Inggris yang digunakan dalam komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis 45 item leksikal yang ditemukan dari bagian komentar Instagram dan YouTube. Data yang dipilih dari interaksi online nyata yang mengandung kata-kata Inggris yang dilampirkan dengan imbuhan bahasa Indonesia. Data dianalisis dengan mengikuti empat tahap, yaitu reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa imbuhan -nya adalah yang paling sering digunakan, mewakili 66,67% dari data yang dikumpulkan, diikuti oleh prefiks di-, ke-, nge-, ter-, se-, dan sufiks -an. Imbuhan-imbuhan ini memodifikasi kata-kata Inggris dengan menyesuaikan mereka ke struktur tata bahasa Indonesia sambil mempertahankan atau memperluas makna mereka. Berbeda dengan studi sebelumnya yang terutama memeriksa pinjaman leksikal Inggris-Indonesia melalui data korpus atau teks majalah, studi ini memberikan wawasan baru dengan memeriksa adaptasi morfologis dan semantik dari item leksikal Inggris dalam interaksi digital spontan di Instagram dan YouTube. Penelitian ini menentukan bahwa ekspresi hibrida Indonesia-Inggris menunjukkan inovasi linguistik, memfasilitasi interaksi digital yang efisien, dan menggambarkan perkembangan aktif penggunaan bahasa bilingual dalam percakapan online modern Indonesia.

Penelitian ini menganalisis bagaimana imbuhan bahasa Indonesia mempengaruhi struktur morfologis dan makna semantik dari kata-kata Inggris dalam komunikasi digital.Berdasarkan analisis item leksikal yang dikumpulkan dari komentar Instagram dan YouTube, temuan menunjukkan bahwa imbuhan bahasa Indonesia secara produktif memodifikasi kata-kata Inggris dalam komunikasi digital dengan menyesuaikan mereka ke sistem morfologis dan semantik bahasa Indonesia sambil mempertahankan akar leksikal mereka.Imbuhan -nya adalah yang paling sering digunakan, diikuti oleh prefiks di-, ke-, nge-, ter-, se-, dan sufiks -an.Imbuhan-imbuhan ini mengubah fungsi tata bahasa kata-kata Inggris sambil mempertahankan akar leksikal mereka.Secara semantik, imbuhan bahasa Indonesia umumnya tidak mengubah makna konseptual kata-kata Inggris.Sebaliknya, mereka menambahkan makna kontekstual, seperti referensi definitif, makna pasif, dan peristiwa yang tidak disengaja, sehingga kata-kata tersebut lebih sesuai untuk komunikasi digital Indonesia.Temuan ini menunjukkan bahwa pembicara bahasa Indonesia secara kreatif mengintegrasikan kata-kata Inggris ke dalam bahasa Indonesia sambil mempertahankan makna asli mereka.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang bagaimana konteks komunikasi digital mempengaruhi penggunaan imbuhan bahasa Indonesia dalam kata-kata Inggris. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana perubahan semantik yang terjadi setelah kata-kata Inggris terintegrasi dengan imbuhan bahasa Indonesia, dan bagaimana hal ini mempengaruhi pemahaman dan interpretasi pembicara bahasa Indonesia. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana penggunaan kata-kata hibrida Indonesia-Inggris dalam komunikasi digital dapat mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia secara keseluruhan, termasuk dalam konteks formal dan informal.

Read online
File size209.45 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test