UKITORAJAUKITORAJA

Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah DasarElementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Pendidikan inklusif merupakan upaya untuk memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik tanpa memandang perbedaan kemampuan, latar belakang, maupun karakteristik individu. Keberhasilan implementasi pendidikan inklusif sangat dipengaruhi oleh peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keberagaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif di SMK Negeri 2 Bulukumba, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru, serta menganalisis upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling, serta peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan pengelola pembelajaran dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif. Guru melakukan adaptasi pembelajaran, memberikan dukungan akademik dan emosional, serta membangun interaksi sosial yang positif di lingkungan sekolah. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana pendukung, minimnya pelatihan pendidikan inklusif, dan keberagaman kebutuhan belajar peserta didik. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, meningkatkan kompetensi profesional, dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif memerlukan sinergi antara guru, sekolah, orang tua, dan seluruh warga sekolah.

Penelitian menunjukkan guru berperan krusial sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan pengelola pembelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar inklusif di SMK Negeri 2 Bulukumba.Meskipun demikian, implementasi inklusif masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan sarana, kurangnya pelatihan, dan beragam kebutuhan belajar.Guru mengatasi hambatan tersebut dengan meningkatkan kompetensi profesional, berkolaborasi dengan sekolah, orang tua, dan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih fleksibel dan responsif.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pertanyaan apakah model pembelajaran inklusif berbasis teknologi dapat meningkatkan partisipasi siswa dengan kebutuhan khusus di SMK, dengan melakukan eksperimen tertutup di beberapa sekolah vokasional; selanjutnya, dapat diteliti bagaimana efektivitas program pelatihan intensif bagi guru dalam meningkatkan kompetensi mereka untuk mengelola kelas inklusif, menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang melibatkan guru selama satu tahun akademik; terakhir, studi komparatif dapat dilakukan untuk menilai peran kolaborasi antara guru, orang tua, dan komunitas lokal dalam mengurangi hambatan fasilitas dan sumber daya, dengan menganalisis kasus-kasus di berbagai daerah yang memiliki tingkat dukungan berbeda, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang strategi sinergi yang paling efektif dalam pendidikan inklusif.

  1. Exploring Low Reading Interest and Digital Literacy among Indonesian Pre-service Teachers: A Single-Case... journal.unm.ac.id/index.php/INTEC/article/view/11472Exploring Low Reading Interest and Digital Literacy among Indonesian Pre service Teachers A Single Case journal unm ac index php INTEC article view 11472
  2. superslot เครดิตฟรี➾สล็อตเว็บตรง ค่ายใหญ่... jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/327superslot AEiiAuNiANoiN EOEsO jipp unram ac index php jipp article view 327
Read online
File size340.72 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test