UKITORAJAUKITORAJA

Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah DasarElementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran IPAS kurikulum berbasis cinta dalam meningkatkan karakter cinta lingkungan siswa MI/SD. Integrasi aspek kognitif dan afektif dalam pembelajaran IPAS, khususnya dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak jenjang pendidikan dasar membuat penelitian ini penting untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di MI/SD, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS kurikulum berbasis cinta diimplementasikan melalui kegiatan kontekstual, pembiasaan sikap peduli, refleksi nilai, serta proyek lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif siswa mampu menumbuhkan kesadaran, empati, dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekitar. Temuan ini selaras dengan landasan teori konstruktivisme dan pendidikan karakter yang menekankan bahwa pembelajaran bermakna terjadi ketika siswa terlibat langsung dalam pengalaman nyata serta menginternalisasi nilai melalui proses reflektif. Hasil penelitian ini juga mengisi kekosongan kajian yang selama ini lebih banyak berfokus pada aspek kognitif pembelajaran IPAS, sementara integrasi nilai afektif khususnya berbasis cinta dan kepedulian lingkungan masih belum dikaji secara mendalam pada konteks MI/SD. Meskipun demikian, integrasi nilai dalam perangkat pembelajaran dan asesmen masih perlu diperkuat agar lebih sistematis dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, pembelajaran IPAS kurikulum berbasis cinta efektif dalam meningkatkan karakter cinta lingkungan siswa MI/SD dan berpotensi menjadi model pembelajaran humanis pada jenjang pendidikan dasar.

Implementasi pembelajaran IPAS kurikulum berbasis cinta di MI/SD berhasil mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara holistik, secara efektif meningkatkan karakter cinta lingkungan siswa melalui strategi kontekstual, pembiasaan, dan proyek lingkungan.Meskipun demikian, penelitian mengidentifikasi bahwa implementasi di lapangan masih memerlukan penguatan pada perencanaan pembelajaran dan asesmen agar nilai-nilai cinta lingkungan terstruktur lebih sistematis dan berkelanjutan.Dengan dukungan budaya sekolah dan komitmen guru, model pembelajaran IPAS berbasis cinta ini berpotensi menjadi pendekatan humanis yang signifikan untuk memperkuat karakter siswa di jenjang pendidikan dasar.

Untuk lebih memperdalam dan memperluas dampak positif dari pembelajaran IPAS kurikulum berbasis cinta, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi jangka panjang atau longitudinal guna mengamati keberlanjutan karakter cinta lingkungan pada siswa. Kita perlu memahami apakah nilai-nilai kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan yang tertanam selama pendidikan dasar ini tetap melekat dan termanifestasi dalam perilaku mereka ketika beranjak dewasa atau pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pertanyaan penelitian bisa meliputi bagaimana internalisasi nilai tersebut bertahan di tengah perubahan lingkungan sosial dan tantangan baru. Kedua, mengingat tantangan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan nilai secara sistematis, penelitian dapat fokus pada pengembangan dan evaluasi model pelatihan guru yang efektif. Model pelatihan ini harus dirancang untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pedagogi berbasis cinta, serta keterampilan praktis dalam menyusun perencanaan, melaksanakan kegiatan kontekstual, dan melakukan asesmen yang secara eksplisit mengukur perkembangan karakter. Penting juga untuk mengukur bagaimana pelatihan tersebut mempengaruhi rasa percaya diri atau efikasi diri guru. Ketiga, perlu adanya penelitian pengembangan (design-based research) untuk menciptakan prototipe perangkat pembelajaran IPAS dan instrumen asesmen autentik yang lebih terstruktur. Perangkat ini tidak hanya memuat tujuan kognitif, tetapi juga indikator afektif yang jelas terkait cinta lingkungan, dilengkapi dengan rubrik penilaian reflektif dan proyek lingkungan yang inovatif. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu guru mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta secara lebih konsisten dan terukur, memastikan bahwa integrasi nilai tidak lagi bersifat spontan, tetapi menjadi bagian integral dari seluruh proses pembelajaran.

  1. Studi Kasus Profesionalisme GPK dalam Peningkatan Sosial Emosional Siswa Sekolah Dasar | MARAS : Jurnal... ejournal.lumbungpare.org/index.php/maras/article/view/1337Studi Kasus Profesionalisme GPK dalam Peningkatan Sosial Emosional Siswa Sekolah Dasar MARAS Jurnal ejournal lumbungpare index php maras article view 1337
  2. Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di Mi Al-Islah Palembang: Membangun Pendidikan yang Humanis dan Berkarakter... ejournal.nusantaraglobal.ac.id/index.php/sentri/article/view/4799Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di Mi Al Islah Palembang Membangun Pendidikan yang Humanis dan Berkarakter ejournal nusantaraglobal ac index php sentri article view 4799
  3. The Influence of Local Wisdom-Based Social Studies Learning on Students' Love for the Country at... journal.umpo.ac.id/index.php/JPK/article/view/12791The Influence of Local Wisdom Based Social Studies Learning on Students Love for the Country at journal umpo ac index php JPK article view 12791
Read online
File size612.18 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test