DELIHUSADADELIHUSADA

Deli Medical and Health Science JournalDeli Medical and Health Science Journal

Karies gigi merupakan masalah utama dalam rongga mulut anak usia sekolah hingga saat ini. Anak-anak usia sekolah, khususnya anak sekolah dasar, adalah kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut karena umumnya mereka masih memiliki perilaku atau kebiasaan yang tidak mendukung kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor perilaku anak sekolah dasar kelas IV–V dalam perawatan kesehatan gigi terhadap kejadian karies pada siswa SD Swasta Parulian 2 Kota Medan pada tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah survei analitik observasional dengan desain studi kasus kontrol, untuk mengevaluasi kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status pajanan mereka. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh 38 siswa kelas IV-V di SD Swasta Parulian 2 pada tahun 2022 yang memiliki karies gigi pada gigi permanen mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (p=0.001), jenis kelamin (p=0.022), sosial ekonomi (p=0.022), dan kejadian karies gigi. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0.028) dan sikap (p=0.010) dengan kejadian karies gigi. Terdapat hubungan yang signifikan antara cara menyikat gigi (p=0.001), frekuensi menyikat gigi (p=0.039), waktu menyikat gigi (p=0.021), frekuensi kunjungan ke dokter gigi (p=0.000), dan kejadian karies gigi (p=0.039), serta alat menyikat gigi (p=0.031) dengan kejadian karies gigi. Hasil multivariat menunjukkan bahwa variabel paling dominan yang memengaruhi risiko karies gigi adalah frekuensi kunjungan ke dokter gigi dengan Exp B = 14.609 (CI 95%: 2.824-75.592). Disarankan bagi pemerintah dan pemegang program di puskesmas, khususnya UKGS, untuk lebih meningkatkan penyediaan edukasi mengenai karies gigi ke sekolah-sekolah, serta melakukan perawatan gigi berkelanjutan bagi anak-anak sekolah dasar.

Penelitian ini menemukan bahwa berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, pengetahuan, sikap, serta perilaku perawatan kesehatan gigi (termasuk cara, frekuensi, waktu menyikat gigi, dan penggunaan alat) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian karies gigi pada siswa SD.Secara spesifik, frekuensi kunjungan ke dokter gigi merupakan variabel paling dominan yang berpengaruh terhadap risiko karies gigi.Hasil ini mengindikasikan pentingnya peningkatan pengetahuan dan perbaikan perilaku perawatan gigi, khususnya frekuensi kunjungan ke dokter gigi, untuk menekan angka karies pada anak usia sekolah.

Mengingat temuan bahwa frekuensi kunjungan ke dokter gigi merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kejadian karies, penelitian lanjutan dapat berfokus pada studi kualitatif mendalam untuk mengidentifikasi dan memahami secara komprehensif berbagai hambatan yang dihadapi siswa dan keluarga dalam mengakses layanan dokter gigi secara rutin. Penelitian ini bisa menggali aspek seperti kendala biaya, jarak, persepsi tentang pentingnya perawatan gigi preventif, atau bahkan ketakutan anak terhadap prosedur gigi, sehingga intervensi yang lebih tepat sasaran dapat dikembangkan. Selain itu, karena pengetahuan dan sikap juga memiliki korelasi signifikan, ide penelitian selanjutnya adalah merancang dan mengimplementasikan program intervensi edukasi kesehatan gigi yang terstruktur di sekolah atau melalui program UKGS. Program ini harus dievaluasi secara ketat untuk mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap, dan memperbaiki praktik kebersihan gigi siswa, serta dampaknya terhadap prevalensi karies dalam jangka waktu tertentu. Terakhir, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dinamis tentang hubungan antara perilaku dan karies, studi longitudinal dapat dilakukan dengan memantau kelompok siswa selama beberapa tahun. Penelitian ini akan mengamati perubahan kebiasaan perawatan gigi mereka—termasuk cara, frekuensi, dan waktu menyikat gigi, serta penggunaan alat—dan mengaitkannya dengan perkembangan karies. Pendekatan ini akan memberikan wawasan berharga tentang bagaimana perubahan perilaku dari waktu ke waktu memengaruhi kesehatan gigi anak.

Read online
File size220.81 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test