USKUSK

Cakradonya Dental JournalCakradonya Dental Journal

Kehilangan gigi sebagian berdampak secara fungsional maupun estetika, sehingga kondisi ini akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Klasifikasi Kennedy digunakan untuk mengklasifikasi keadaan kehilangan gigi sebagian meliputi bilateral free end (Klas I Kennedy), unilateral free end (Klas II Kennedy), unilateral bounded (Klas III Kennedy), dan anterior bounded (Klas IV). Pasien skizofrenia paranoid ditandai dengan gangguan kejiwaan kronik yang disertai halusinasi auditori, pikiran kacau, dan perubahan perilaku. Kehilangan gigi diduga berkaitan dengan obat yang dikonsumsi pasien yaitu antipsikotik dan/atau antidepresan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kehilangan gigi sebagian ditinjau dari Klasifikasi Kennedy pada pasien skizofrenia paranoid di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode pengambilan sampel non probability sampling. Subjek penelitian sebanyak 100 orang berusia 15-50 tahun dengan kriteria inklusi mengalami kehilangan gigi sebagian, kooperatif dan mengkonsumsi obat antipsikotik dan/atau antidepresan. Data diperoleh dari catatan rekam medis dan pemeriksaan secara intra oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan gigi pada rahang atas (RA) sebanyak 47% pada Klas II Kennedy dan pada rahang bawah (RB) sebanyak 42% pada Klas III Kennedy. Dapat disimpulkan bahwa pada pasien skizofrenia paranoid mengalami kehilangan gigi Klas II Kennedy pada RA dan Klas III Kennedy pada RB.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kehilangan gigi paling banyak dialami pasien skizofrenia paranoid laki-laki dengan lama perawatan >4 minggu di RS Jiwa Aceh dengan daerah kehilangan gigi Klasifikasi Kennedy Klas II pada RA dan Klasifikasi Kennedy Klas III pada RB.

Penelitian ini telah memberikan gambaran awal mengenai pola kehilangan gigi pada pasien skizofrenia paranoid. Untuk memperdalam pemahaman, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menjanjikan. Pertama, penting untuk tidak hanya mendeskripsikan, tetapi juga mengukur secara kuantitatif hubungan antara karakteristik pasien skizofrenia paranoid—seperti jenis dan dosis obat antipsikotik atau antidepresan yang spesifik, durasi sakit, tingkat keparahan gejala, serta kebiasaan kebersihan mulut—dengan tingkat keparahan dan pola kehilangan gigi yang ditemukan. Hal ini bisa mengungkap faktor risiko mana yang paling dominan. Kedua, penelitian selanjutnya sangat perlu untuk membandingkan kondisi kehilangan gigi antara pasien rawat inap dan rawat jalan skizofrenia paranoid, serta melibatkan kelompok kontrol dari populasi umum. Perbandingan ini dapat menjelaskan apakah perbedaan lingkungan perawatan atau akses layanan memengaruhi kesehatan gigi mereka, memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang faktor-faktor penentu. Terakhir, mengingat dampak obat pada kesehatan mulut, akan sangat bermanfaat untuk menguji efektivitas program intervensi kesehatan gigi yang disesuaikan secara khusus bagi pasien skizofrenia. Misalnya, apakah edukasi kebersihan mulut yang intensif atau penggunaan produk pengganti air liur dapat secara signifikan mengurangi angka karies dan kehilangan gigi dalam jangka panjang? Penelitian semacam ini akan membantu merumuskan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih baik, guna meningkatkan kualitas hidup pasien skizofrenia secara holistik.

Read online
File size802.68 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test