UINSAIDUINSAID

Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and HumanitiesAl-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities

Tradisi tolak bala merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Jember ketika saat menghadapi wabah yang menyebabkan banyaknya jumlah kematian. Pelaksanaan tradisi tolak bala di Jember bermacam-macam, di antaranya: berkeliling memutari desa dan membawa obor sekaligus membaca shalawat burdah, dan ada juga yang membuat patung dari bambu dan batok kelapa sehingga menyerupai manusia kemudian di letakkan di depan rumah mereka, dan membuat jajanan serabi dan ketupat yang kemudian di doakan bersama anggota keluarga. Tujuan dari pelaksanaan tradisi tolak bala adalah untuk mengusir wabah, thaun, atau pagebluk yang banyak menyebabkan kematian di Jember. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, di antaranya: heuristik (teknik pengumpulan data), verivikasi (kritik sejarah), interpretasi, dan historiografi. Sedangkan jenis metode yang digunakan dalam adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) prosesi pelaksanaan tradisi tolak bala di Jember, (2) makna simbolik yang digunakan dalam tradisi tolak bala.

Tradisi tolak bala muncul sebagai respons masyarakat Jember terhadap wabah dan diwariskan secara turun-temurun.Pelaksanaan tradisi tersebut memiliki nilai magis yang kuat serta didasari kepercayaan lokal yang diyakini mampu mengusir berbagai penyakit.Tradisi ini merupakan bagian dari kepercayaan kolektif yang diturunkan melalui lisan, isyarat, atau alat bantu memori, sehingga termasuk dalam kajian folklor.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana perubahan sosial dan teknologi modern mempengaruhi praktik tradisi tolak bala di Jember, misalnya apakah penggunaan media sosial memperluas atau mengubah simbolisme ritual tersebut; selanjutnya, dapat dipelajari perbandingan efektivitas simbol-simbol tradisional seperti patung Ptakotan dengan intervensi medis modern dalam menurunkan persepsi risiko wabah di komunitas lokal, guna memahami integrasi antara kepercayaan tradisional dan ilmu kedokteran; terakhir, penelitian dapat meneliti dinamika intergenerasi dalam transmisi pengetahuan tolak bala, khususnya bagaimana generasi muda memahami, mengadaptasi, atau menolak praktik ini dalam konteks pendidikan formal dan globalisasi, dengan menggunakan pendekatan etnografi longitudinal untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan atau transformasi tradisi tersebut.

Read online
File size685.38 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test