UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Periode setelah persalinan sesar (SC) merupakan fase pemulihan bagi ibu setelah melahirkan bayi dan plasenta melalui prosedur SC. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar operasi caesar di banyak negara sekitar 10-15% per kelahiran. Berdasarkan data penelitian WHO pada tahun 2021, operasi caesar terus meningkat secara global, saat ini mencakup lebih dari 1 dari 5 (21%) dari seluruh persalinan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi operasi caesar di Indonesia sebesar 17,6%. Salah satu permasalahan utama yang dialami ibu pasca SC adalah nyeri akut serta gangguan pola tidur. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah pijat kaki (foot massage). Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi respons ibu post SC sebelum dan sesudah diberikan terapi pijat kaki. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua orang subyek, dan pengambilan data dilakukan selama tiga hari. Instrumen yang digunakan meliputi SOP Pijat Kaki, lembar observasi, serta panduan wawancara. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan pengukuran tanda-tanda vital. Data dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat kaki, kedua subyek protektif, merasa gelisah, serta mengalami gangguan tidur, meskipun tanda-tanda vital berada dalam batas normal. Setelah penerapan pijat kaki, skala nyeri menurun menjadi 1-2 (nyeri ringan), ekspresi meringis berkurang, ketegangan otot menurun, sikap protektif berkurang, serta kualitas tidur membaik, sementara tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi napas tetap dalam kisaran normal. Berdasarkan hasil studi ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan dalam tingkat nyeri dan kualitas tidur pada ibu post SC. Oleh karena itu, ibu post SC disarankan untuk melakukan pijat kaki secara mandiri atau dengan bantuan guna mengurangi nyeri serta memperbaiki pola tidur.

Respon setelah penerapan pijat kaki pada kedua subyek menunjukkan penurunan tingkat nyeri disertai penurunan respon non verbal nyeri seperti meringis menurun, ketegangan otot menurun, sikap protektif menurun, dan gelisah menurun.Selain itu kualitas tidur meningkat dan tanda-tanda vital dalam rentang normal.Dengan demikian pijat kaki dapat dilakukan pada ibu post SC untuk mengurangi nyeri dan gangguan pola tidur baik secara mandiri atau dengan bantuan.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan lebih banyak ibu post sekesi untuk menguji konsistensi efek pijat kaki terhadap nyeri dan kualitas tidur, sehingga hasil dapat digeneralisasikan pada populasi yang lebih luas. Selain itu, studi longitudinal yang memantau respon selama enam minggu atau lebih setelah intervensi dapat mengungkap durasi manfaat pijat kaki dan potensi relapsi nyeri atau gangguan tidur. Selanjutnya, perbandingan antara pijat kaki dengan metode non‑farmakologis lain, seperti terapi relaksasi atau aromaterapi, dapat membantu menentukan strategi kombinasi yang paling efektif dalam mengurangi nyeri post‑sekesi dan memperbaiki pola tidur. Penelitian juga perlu mengevaluasi pengaruh pijat kaki terhadap tingkat kecemasan dan kesejahteraan psikologis ibu, dengan menggunakan skala psikometrik standar, untuk menilai manfaat holistik intervensi. Akhirnya, uji coba penerapan protokol pijat kaki yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan panduan video atau aplikasi mobile dapat menilai kepatuhan, keamanan, dan dampaknya pada kualitas hidup ibu post sekesi.

Read online
File size348.68 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test