STKW SURABAYASTKW SURABAYA

Terob : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan SeniTerob : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Penelitian ini mengeksplorasi peran tokoh Liku dalam seni Arja serta penerapan model penta helix untuk mendukung pelestarian dan pengembangan seni ini. Liku, sebagai karakter yang humoris dan penuh semangat, berfungsi sebagai simbol perlawanan terhadap norma sosial dan menciptakan interaksi dinamis dengan audiens. Melalui pendekatan penta helix yang melibatkan kolaborasi antara sejarawan, seniman, masyarakat, pemerintah, dan media, penelitian ini menunjukkan bahwa keinginan artistik Arja dapat dicapai dengan memanfaatkan kekuatan setiap elemen. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan seniman dan anggota masyarakat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa model integrasi penta helix tidak hanya memperkuat pelestarian tradisi tetapi juga menciptakan ruang bagi generasi muda untuk secara aktif terlibat dalam seni. Oleh karena itu, artikel ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika seni pertunjukan Arja di Bali dan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam melestarikan warisan budaya. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi seniman, sejarawan, dan masyarakat umum mengenai relevansi dan adaptasi seni tradisional di era modern.

Seni Arja, sebagai bentuk seni pertunjukan tradisional di Bali, tidak hanya memperlihatkan keindahan gerakan dan musik, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai budaya yang mendalam.Karakter Liku, yang sering diperankan dengan sifat humoris dan pemberontak, memainkan peran penting dalam membawa cerita hidup dan menarik perhatian audiens.Integrasi model penta helix dalam pertunjukan seni Arja menunjukkan kolaborasi antara akademisi, seniman, masyarakat, pemerintah, dan media untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya ini.Dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing elemen dalam model ini, seni Arja dapat terus berkembang dan menarik perhatian baik secara lokal maupun internasional, menjadikannya warisan budaya berharga bagi generasi mendatang.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak penggunaan media digital dalam mempromosikan seni Arja kepada generasi muda, seperti studi tentang efektivitas platform sosial media dalam menarik partisipasi audiens. Selain itu, peneliti dapat mengeksplorasi penerapan model penta helix pada bentuk seni tradisional lain di Indonesia, misalnya wayang kulit atau tari tradisional Jawa, untuk membandingkan strategi kolaborasi lintas sektor. Terakhir, penelitian bisa mengevaluasi peran komunitas seni lokal dalam mempertahankan keaslian seni Arja sambil tetap mengakomodasi inovasi modern, seperti penggunaan teknologi dalam pertunjukan atau pendidikan seni.

  1. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAPAT MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB SISWA DALAM PEMBELAJARAN... zenodo.org/record/6294511PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAPAT MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB SISWA DALAM PEMBELAJARAN zenodo record 6294511
  2. Tracing the Footsteps of Liku: Integration of the Penta Helix Model in Arja Art in Bali | Terob : Jurnal... terobjournal.stkw-surabaya.ac.id/index.php/jtr/article/view/87Tracing the Footsteps of Liku Integration of the Penta Helix Model in Arja Art in Bali Terob Jurnal terobjournal stkw surabaya ac index php jtr article view 87
Read online
File size372.29 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test