ORLIORLI

Oto Rhino Laryngologica IndonesianaOto Rhino Laryngologica Indonesiana

Latar belakang: Rinosinusitis kronis merupakan penyakit inflamasi pada mukosa hidung dan sinus paranasal yang penyebabnya multifaktorial, dan mempunyai etiologi yang kompleks serta berpengaruh di antara berbagai mikroorganisme (bakteri, jamur, dan virus), kontaminasi lingkungan (polutan atau asap rokok) dan ketidakstabilan sistem kekebalan tubuh. Tumor necrosis factor alpha (TNF-α) merupakan salah satu sitokin penting dalam proses inflamasi yang berperan dalam rinosinusitis kronis. Tujuan: Untuk membandingkan tingkat ekspresi gen TNF-α pada pasien rinosinusitis kronis disertai polip hidung dengan tanpa polip hidung. Metode: Penelitian kuantitatif ini mencakup desain analisis komparatif potong-lintang dari 24 sampel yang diperoleh dari bula etmoid pasien rinosinusitis kronis. Pasien menjalani pendekatan Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS) di Klinik Rhinologi Dr. M. Djamil di Rumah Sakit Umum Daerah, Padang. Pasien dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Ekspresi TNF-α diukur dengan menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Data dianalisis dengan SPSS dengan p-value <0,05. Hasil: Nilai rata-rata ekspresi TNF-α pada rinosinusitis kronik disertai polip adalah 4,89±12,65, sedangkan ekspresi TNF-α pada penderita rinosinusitis kronik tanpa polip adalah 2,77±4,22. Namun, tidak ada perbedaan statistik antara kedua kelompok studi (p-value>0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kadar TNF-α pada pasien rinosinusitis kronis disertai polip dibandingkan dengan pasien tanpa polip.

Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kadar TNF-α pada pasien rinosinusitis kronis disertai polip dibandingkan dengan pasien tanpa polip.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan peran mediator inflamasi dalam rinosinusitis kronis dengan dan tanpa polip.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih mendalam tentang peran TNF-α dalam pembentukan polip hidung dan hubungannya dengan patogenesis kondisi lain. Selain itu, penelitian tentang efek anti-TNF antibody therapy pada rinosinusitis kronis dengan dan tanpa polip juga dapat menjadi arah studi yang menarik. Terakhir, studi komparatif tentang perbedaan mekanisme inflamasi antara rinosinusitis kronis dengan dan tanpa polip dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang penyakit ini.

Read online
File size236.84 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test