USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Makanan jajan kaki lima sangat penting bagi masyarakat, terutama di kawasan kampus seperti Universitas Sumatera Utara. Namun, kontaminasi mikroba yang berbahaya dapat terjadi karena pengolahan tanpa kontrol kebersihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas mikrobiologis dari tiga jenis jajanan yang populer: bubur kacang hijau, es dawet, dan es tebu. Penilaian ini dilakukan dengan menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT). Sampel dibeli dari pedagang kaki lima di sekitar Universitas Sumatera Utara, kemudian dilakukan pengenceran bertingkat, ditanam pada media Plate Count Agar (PCA) dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37° Celcius. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ambang batas cemaran mikroba dalam ketiga sampel melebihi ambang batas yang ditetapkan dalam SNI 7388:2009, yaitu 109 x 10⁵ CFU/g bubur kacang hijau, 192,5 x 10⁵ CFU/g es dawet, dan 125 x 10⁵ CFU/ml es tebu. Hasil ini menunjukkan bahwa makanan tersebut tidak memenuhi persyaratan kelayakan mikrobiologis untuk dikonsumsi. Diduga bahwa kontaminasi disebabkan oleh penggunaan air yang tidak steril serta kurangnya kebersihan tangan dan alat penjual. Oleh karena itu, untuk mencegah ancaman terhadap kesehatan masyarakat, perlu diberikan edukasi kebersihan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik higenis pangan oleh penjual makanan kaki lima.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketiga sampel (bubur kacang hijau, es dawet, es tebu) masih belum memenuhi standar minimal nilai ALT menurut SNI.Dimana nilai ALT bubur kacang hijau sebesar 109 x 10⁵ CFU/ml, es dawet sebesar 192,5 x 105 CFU/ml, dan es tebu sebesar 125 x 105 CFU/ml.Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa sampel telah terkontaminasi oleh mikroorganisme yang kemungkinan besar berasal dari proses pengolahan, penyimpanan, atau penjualan yang kurang higienis.Hasil ini menunjukkan pentingnya peninjauan lebih lanjut terhadap makanan dan minuman yang dijual bebas, terutama di sekitar lingkungan kampus, untuk melindungi kesehatan konsumen.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kontaminasi mikroba pada jajanan kaki lima. Penelitian ini dapat fokus pada identifikasi jenis-jenis mikroorganisme yang terkontaminasi, serta menganalisis faktor-faktor seperti kebersihan tangan penjual, kualitas air, dan kondisi penyimpanan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi kebersihan dan pengawasan terhadap praktik higenis pangan oleh penjual makanan kaki lima. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan sumbangsih yang lebih komprehensif dalam upaya meningkatkan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat.

Read online
File size542.85 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test