USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan insidensi stroke iskemik akut pada individu penderita hipertensi di Lahore, Pakistan, dan dilakukan di Departemen Penyakit Dalam, Rumah Sakit Pendidikan dan Riset Chaudhary Muhammad Akram. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg pada dua kesempatan terpisah, atau pembacaan rawat jalan di atas 140/90 mmHg yang dicatat setidaknya selang 15 hari, atau adanya riwayat penggunaan obat antihipertensi. Stroke iskemik akut didefinisikan sebagai hilangnya fungsi atau kelemahan mendadak pada satu atau lebih anggota gerak melalui pemeriksaan klinis yang dikonfirmasi secara radiologis dengan CT scan otak. Sebanyak 200 pasien hipertensi berusia 18 tahun ke atas diikutsertakan menggunakan metode non-probability consecutive sampling. Partisipan menjalani evaluasi untuk kontrol tekanan darah, terapi antihipertensi, komorbiditas, dan stroke iskemik akut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stroke iskemik akut ditemukan pada 6,5% pasien. Analisis chi-square mengungkapkan bahwa durasi hipertensi yang lama, kontrol hipertensi yang buruk, rejimen pengobatan saat ini, adanya diabetes mellitus, dan penyakit jantung iskemik memiliki hubungan statistik dengan kejadian stroke. Namun, dalam analisis regresi logistik, tidak ditemukan variabel yang menjadi prediktor signifikan terhadap stroke. Disimpulkan bahwa stroke iskemik akut bukanlah temuan yang jarang pada pasien hipertensi, di mana kondisi ini lebih umum terjadi pada mereka dengan durasi hipertensi yang lama, kontrol yang buruk, serta adanya komorbiditas.

Stroke iskemik akut ditemukan pada 6,5% pasien hipertensi di Lahore, Pakistan.Durasi hipertensi yang lama, kontrol tekanan darah yang buruk, dan adanya komorbiditas seperti diabetes mellitus serta penyakit jantung iskemik terkait dengan kejadian stroke.Meski beberapa faktor signifikan secara statistik, tidak ada variabel yang menjadi prediktor independen signifikan dalam analisis regresi logistik.Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan rutin dan pengelolaan faktor risiko pada pasien hipertensi untuk mengurangi beban penyakit.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi konservatif dalam mengelola hipertensi berdurasi panjang dan komorbiditas seperti diabetes. Selain itu, studi longitudinal dapat dikembangkan untuk memahami peran faktor lingkungan dan gaya hidup dalam meningkatkan risiko stroke pada populasi hipertensi. Terakhir, penelitian tentang pengaruh pola makan dan aktivitas fisik terhadap kontrol tekanan darah dan risiko stroke di wilayah berpenduduk padat seperti Lahore dapat memberikan wawasan baru untuk strategi pencegahan yang lebih efektif.

  1. Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (. incidence acute ischemic stroke hypertensive... doi.org/10.32734/idjpcr.v8i02.22416Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research incidence acute ischemic stroke hypertensive doi 10 32734 idjpcr v8i02 22416
  2. Changes in functional outcome after a first-time stroke: Data from a longitudinal study | PLOS One. changes... dx.plos.org/10.1371/journal.pone.0330086Changes in functional outcome after a first time stroke Data from a longitudinal study PLOS One changes dx plos 10 1371 journal pone 0330086
  3. Frequency of Stroke and Factors Associated With It Among Old Age Hypertensive Patients in Karachi, Pakistan:... cureus.com/articles/89957-frequency-of-stroke-and-factors-associated-with-it-among-old-age-hypertensive-patients-in-karachi-pakistan-a-cross-sectional-studyFrequency of Stroke and Factors Associated With It Among Old Age Hypertensive Patients in Karachi Pakistan cureus articles 89957 frequency of stroke and factors associated with it among old age hypertensive patients in karachi pakistan a cross sectional study
Read online
File size311.44 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test