USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sari buah mangga (Mangifera indica L.) sebagai bahan pelembab dalam bentuk krim tangan. Komponen utama mangga, yaitu sukrosa, memiliki kemampuan untuk menarik kelembaban dari udara berkat gugus hidroksi yang dimilikinya, sehingga dapat membantu mengurangi penguapan air dari kulit. Sari buah mangga diperoleh melalui proses penghalusan daging buah mangga menggunakan juicer, kemudian ditambahkan natrium metabisulfit 0,1% sebagai antioksidan. Ekstrak tersebut dipadatkan dengan teknik freeze-drying pada suhu -40°C dan tekanan 2 atm. Formulasi krim yang dikembangkan memiliki tipe emulsi minyak dalam air (m/a), dengan konsentrasi sari buah mangga 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Krim ini dibandingkan dengan krim yang mengandung 2% gliserin dan blanko. Berbagai uji dilakukan untuk menilai kualitas fisik krim, meliputi homogenitas, pH, stabilitas, jenis emulsi, serta uji iritasi menggunakan moisture-checker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sari buah mangga berhasil diformulasikan ke dalam krim tipe m/a yang homogen, dengan pH berkisar antara 5,55 hingga 7,04, dan stabil hingga 12 minggu penyimpanan. Krim yang diformulasikan dengan sari buah mangga terbukti mampu meningkatkan kelembaban kulit tanpa menyebabkan iritasi. Semakin tinggi konsentrasi sari buah mangga, semakin besar pula efek pelembab yang dihasilkan. Konsentrasi 2,5% menghasilkan efek pelembab yang hampir setara dengan krim yang mengandung 2% gliserin. Konsentrasi terbaik untuk efek pelembab diperoleh pada kadar 10%, yang mampu meningkatkan kelembaban kulit hingga 14,4% setelah 4 minggu penggunaan. Sari buah mangga ini efektif digunakan dalam krim tipe m/a untuk pelembab kulit.

Sari buah mangga dapat diformulasikan menjadi krim pelembab.Dari uji mutu fisik sediaan bersifat homogen, tetap stabil setelah penyimpanan selama 12 minggu, tipe emulsi m/a dan memiliki pH 5,55 - 7,04 yang sesuai dengan pH kulit 5 - 8 serta tidak mengiritasi kulit.Krim pelembab dengan sari buah mangga mampu untuk meningkatkan kelembaban kulit selama 4 minggu.Sediaan sari buah mangga 2,5% memiliki kemampuan melembabkan kulit hampir sama dengan sediaan gliserin 2%.Sediaan sari buah mangga 10% dengan pemakaian selama 4 minggu memiliki kemampuan yang paling baik untuk meningkatkan kelembaban kulit yaitu sebesar 14,4% dibandingkan dengan sediaan krim pelembab yang lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, sari buah mangga terbukti efektif sebagai bahan pelembab kulit dalam formulasi krim. Namun, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi sari buah mangga dalam kosmetika alami lainnya. Misalnya, dapat dilakukan studi tentang efek sari buah mangga terhadap kulit yang kering atau sensitif, serta potensi manfaatnya dalam produk perawatan kulit wajah atau tubuh. Selain itu, penelitian tentang stabilitas dan keamanan jangka panjang formulasi krim pelembab berbasis sari buah mangga juga dapat menjadi fokus penelitian lanjutan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pengembangan kosmetika alami yang aman dan efektif.

  1. Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (. pengembangan formulasi krim pelembab kulit... doi.org/10.32734/idjpcr.v7i2.18220Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research pengembangan formulasi krim pelembab kulit doi 10 32734 idjpcr v7i2 18220
Read online
File size629.35 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test