USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Kehamilan merupakan kondisi hiperkoagulasi yang meningkatkan risiko Deep Vein Thrombosis (DVT). Pemilihan medikasi DVT selama kehamilan memerlukan pertimbangan khusus terkait keamanan maternal dan fetal. Kondisi ini menjadi lebih kompleks apabila disertai dengan komorbiditas. Adanya komorbiditas tersebut meningkatkan jumlah obat yang digunakan, seiring dengan meningkatnya potensi interaksi obat. Laporan kasus ini membahas seorang wanita hamil berusia 33 tahun pada trimester pertama dengan diagnosis DVT pada ekstremitas kiri, yang disertai dengan hipertensi sekunder dan diabetes melitus tipe 2 dengan demam. Tata laksana terdiri dari 13 rejimen obat, termasuk antikoagulan, antibiotik, analgesik-antipiretik, antiemetik, antihipertensi, dan antidiabetik. Profil keamanan obat ditinjau berdasarkan kategori FDA dan referensi relevan lainnya. Potensi interaksi obat dianalisis menggunakan aplikasi UpToDate® Lexicomp™. Hasil studi menunjukkan dua obat dalam kategori A, lima obat dalam kategori B dan C, serta satu obat yang tidak memiliki data. Ditemukan empat potensi interaksi obat yang terdiri dari tingkat moderat dan minor. Seluruh obat menunjukkan profil keamanan yang memadai berdasarkan dukungan berbagai literatur. Studi ini menekankan pentingnya analisis risiko-manfaat. Pemantauan ketat diperlukan untuk memastikan keamanan dan efikasi pengobatan.

Studi ini menunjukkan bahwa manajemen DVT pada trimester pertama kehamilan, khususnya dengan komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes melitus, memerlukan pendekatan farmakologis yang sangat individualis dan ketat.Meskipun sebagian besar dari 13 obat yang diberikan termasuk dalam kategori FDA yang lebih aman (A dan B), penggunaan hati-hati obat kategori C seperti heparin dan insulin secara klinis dibenarkan untuk mengurangi risiko maternal yang serius.Meskipun analisis Lexicomp™ mengidentifikasi empat interaksi obat moderat hingga minor, terutama memengaruhi kontrol glikemik, interaksi ini berhasil dikelola melalui pemantauan ketat dan penyesuaian dosis.Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa meskipun kategori FDA memberikan kerangka dasar keamanan, hasil obstetrik optimal bergantung pada analisis risiko-manfaat yang cermat dan kolaborasi antar disiplin untuk memastikan efektivitas terapeutik dan keamanan maternal-fetal.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang penggunaan metformin dan insulin pada perkembangan janin, terutama dalam konteks komorbiditas diabetes. Selain itu, perlu dikembangkan pedoman klinis spesifik untuk manajemen DVT pada kehamilan dengan hipertensi sekunder dan gangguan ginjal, mengingat kompleksitas interaksi obat dan risiko maternal-fetal. Penelitian juga bisa fokus pada evaluasi alternatif antikoagulan dengan profil keamanan lebih baik, seperti LMWH, dalam populasi kehamilan berisiko tinggi.

  1. Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (. medication safety profile case report first... doi.org/10.32734/idjpcr.v8i02.21822Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research medication safety profile case report first doi 10 32734 idjpcr v8i02 21822
Read online
File size322.9 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test