USUUSU
Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Pisang memiliki nilai gizi tinggi terutama vitamin C, pati, serat gula dan merupakan sumber vitamin, mineral dan energi bagi masyarakat dengan harga relatif murah. Kandungan mineral dalam pisang segar yang terkandung di dalamnya antara lain seng (zinc), selenium, fosfor (phosphorus), mangan (manganese), besi (iron), tembaga (copper), dan kalsium. Mengonsumsi buah pisang sebagai asupan magnesium sangat penting dalam satu buah pisang segar mengandung magnesium sebanyak 27 mg. Penelitian ini dilakukan di laboratorium fakultas farmasi dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (teknik AAS) karena pelaksanaannya relatif cepat dan alat ini mampu mengukur kadar logam dalam konsentrasi rendah dan spesifik untuk setiap unsur tanpa diperlukan pemisahan. Hasil analisis kalium dan magnesium pada Pisang Ambon, Pisang Banten, Pisang Barangan, Pisang Kepok, Pisang Lilin, Pisang Mas, Pisang Raja, dan Pisang Tanduk menunjukkan kadar kalium sebesar (367,1354 ± 1,4227) mg/100g; (412,7505 ± 0,9358) mg/100g; (386,6516 ± 0,6478) mg/100g; (413,2283 ± 0,6933) mg/100g; (405,5700 ± 0,7744) mg/100g; (417,1851 ± 0,5417) mg/100g; (374, 8651 ± 0,6505) mg/100g; (340,4262 ± 0,7292) mg/100g. Kadar magnesium sebesar (44,2010 ± 0,1073) mg/100g; (57,9526 ± 0,0986) mg/100g; (45,9309 ± 0,0907) mg/100g; (82,8869 ± 0,2170) mg/100g; (79,2840 ± 0,0987) mg/100g; (59,1938 ± 0,0792) mg/100g; (76,8133 ± 0,0939) mg/100g; (55,1193 ± 0,0734) mg/100g. Dengan tingginya kadar kalium dan magnesium yang diperoleh dari analisis kuantitatif yang dilakukan menunjukkan bahwa pisang sangat baik diberikan bagi penderita hipertensi.
Dari hasil penelitian, masyarakat dapat diketahui perbedaan kadar mineral kalium dan magnesium pada jenis pisang yang beredar di kota Medan, sehingga masyarakat dapat mengetahui jenis pisang terbaik yang dikonsumsi sebagai sumber mineral kalium dan magnesium yang dapat menurunkan tekanan darah.Disarankan kepada masyarakat untuk mengonsumsi pisang sebagai makanan tambahan karena mengandung kadar tinggi mineral kalium dan magnesium yang baik bagi penderita hipertensi.Hasil signifikan diperoleh dari perbedaan kadar kalium dan magnesium yang ditemukan pada sampel pisang yang diteliti.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbedaan kandungan kalium dan magnesium pada varietas pisang yang berbeda di wilayah lain di Indonesia untuk memperluas data tentang nutrisi pisang. Selain itu, penelitian dapat mengembangkan metode analisis alternatif yang lebih efisien atau ramah lingkungan untuk menentukan kadar mineral dalam buah-buahan. Terakhir, studi tentang dampak konsumsi rutin pisang terhadap kesehatan jangka panjang, terutama pada penderita hipertensi, dapat dilakukan untuk memperkuat bukti ilmiah tentang manfaatnya.
| File size | 456.65 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
USUUSU Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Formulasi lotion dilakukan dengan empat variasi: formula blanko (F0), formula denganEkstrak diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Formulasi lotion dilakukan dengan empat variasi: formula blanko (F0), formula dengan
USUUSU Penelitian ini menggunakan 50 ekor mencit yang terdiri dari 25 ekor jantan dan 25 ekor betina, yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol diberi natriumPenelitian ini menggunakan 50 ekor mencit yang terdiri dari 25 ekor jantan dan 25 ekor betina, yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol diberi natrium
USUUSU Analisis proksimat meliputi kadar air, abu, abu tidak larut asam, lemak kasar, protein, dan karbohidrat menggunakan metode AOAC. BAL diisolasi pada mediaAnalisis proksimat meliputi kadar air, abu, abu tidak larut asam, lemak kasar, protein, dan karbohidrat menggunakan metode AOAC. BAL diisolasi pada media
USUUSU Ekstrak etanol yang diperoleh selanjutnya diuji skrining fitokimia menggunakan pereaksi warna, dan kadar total fenol serta flavonoid diukur menggunakanEkstrak etanol yang diperoleh selanjutnya diuji skrining fitokimia menggunakan pereaksi warna, dan kadar total fenol serta flavonoid diukur menggunakan
USUUSU Komponen utama mangga, yaitu sukrosa, memiliki kemampuan untuk menarik kelembaban dari udara berkat gugus hidroksi yang dimilikinya, sehingga dapat membantuKomponen utama mangga, yaitu sukrosa, memiliki kemampuan untuk menarik kelembaban dari udara berkat gugus hidroksi yang dimilikinya, sehingga dapat membantu
UNSRATUNSRAT ) terhadap udem yang ditimbulkan oleh karagenan pada telapak kaki tikus. Ekstrak etanol tanaman patah tulang dibuat dengan teknik maserasi selama 24 jam) terhadap udem yang ditimbulkan oleh karagenan pada telapak kaki tikus. Ekstrak etanol tanaman patah tulang dibuat dengan teknik maserasi selama 24 jam
UNSRATUNSRAT Suplementasi ion logam Fe2 hanya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju produksi etanol. Jika jumlah ion logam besi terlalu banyak, maka lajuSuplementasi ion logam Fe2 hanya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju produksi etanol. Jika jumlah ion logam besi terlalu banyak, maka laju
UNSRATUNSRAT Berdasarkan hasil evaluasi fisik krim ekstrak etanol kulit buah pisang Goroho konsentrasi 12. 5%, telah memenuhi standar organoleptik, homogenitas, pHBerdasarkan hasil evaluasi fisik krim ekstrak etanol kulit buah pisang Goroho konsentrasi 12. 5%, telah memenuhi standar organoleptik, homogenitas, pH
Useful /
USUUSU Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan fenolik dan flavonoid, aktivitas antioksidan, serta potensi antibakteri dari ekstrak daun BacopaPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan kandungan fenolik dan flavonoid, aktivitas antioksidan, serta potensi antibakteri dari ekstrak daun Bacopa
USUUSU Seluruh sediaan krim menunjukkan homogenitas yang baik, pH yang sesuai dengan kulit, serta stabilitas fisik yang memadai selama penyimpanan. Tidak ditemukanSeluruh sediaan krim menunjukkan homogenitas yang baik, pH yang sesuai dengan kulit, serta stabilitas fisik yang memadai selama penyimpanan. Tidak ditemukan
USUUSU Kondisi ini menjadi lebih kompleks apabila disertai dengan komorbiditas. Adanya komorbiditas tersebut meningkatkan jumlah obat yang digunakan, seiringKondisi ini menjadi lebih kompleks apabila disertai dengan komorbiditas. Adanya komorbiditas tersebut meningkatkan jumlah obat yang digunakan, seiring
PDSIPDSI Cluster tertinggi (C1) dengan 34 kelompok tani, Cluster menengah (C2) dengan 53 kelompok tani, dan Cluster rendah (C3) dengan 16 kelompok tani. ProsesCluster tertinggi (C1) dengan 34 kelompok tani, Cluster menengah (C2) dengan 53 kelompok tani, dan Cluster rendah (C3) dengan 16 kelompok tani. Proses