USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Ekstrak etanol daun sirsak dilaporkan memiliki efek imunomodulator, antidiabetes, antinflamasi, menurunkan kadar asam urat dan kolesterol. Berdasarkan laporan ini, ekstrak etanol daun sirsak memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obat herbal terstandar. Sebelum dipasarkan, perlu dilakukan uji toksisitas untuk mengetahui keamanan ekstrak ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi toksisitas ekstrak etanol daun sirsak terhadap ginjal mencit. Metode yang digunakan adalah metode Reed dan Muench, nilai LD50 dihitung dan diamati pengaruh ekstrak terhadap ginjal. Penelitian ini menggunakan 50 ekor mencit yang terdiri dari 25 ekor jantan dan 25 ekor betina, yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol diberi natrium karboksimetil selulosa (CMC-Na) 0,5% b/v dan kelompok perlakuan diberi ekstrak etanol daun sirsak (EEDS) dengan dosis 500, 1000, 1500, 2000 mg/kg bb yang diberikan dalam dosis tunggal secara oral pada hari pertama, selanjutnya dilakukan pengamatan gejala toksik, berat badan dan jumlah kematian selama 14 hari. Setelah 14 hari, mencit yang masih hidup dikorbankan untuk dilakukan pemeriksaan berat organ relatif, makropatologi dan histopatologi ginjal mencit.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ekstrak etanol daun sirsak dosis 500 dan 1000 mg/kg bb tidak menimbulkan efek toksik.Dosis yang lebih tinggi yaitu 1500 dan dosis 2000 mg/kg bb menimbulkan gejala toksik berupa lemas, tremor, salivasi, urinasi dan diare pada mencit jantan dan betina dan termasuk kategori toksik ringan dengan nilai LD50 pada mencit 1819 mg/kg bb.Ekstrak etanol daun sirsak tidak berpengaruh terhadap berat badan mencit jantan dan betina.Selanjutnya, ekstrak etanol daun sirsak dosis 1500 dan 2000 mg/kg bb menyebabkan degenerasi hidrofik dan pembesaran glomerulus.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menguji efek toksisitas ekstrak etanol daun sirsak pada organ lain selain ginjal, seperti hati atau jantung, untuk mengetahui apakah ekstrak ini memiliki efek toksik pada organ-organ vital lainnya. 2. Melakukan studi lebih mendalam tentang mekanisme aksi dan komponen aktif dalam ekstrak etanol daun sirsak yang menyebabkan efek toksik pada ginjal. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi senyawa spesifik yang bertanggung jawab dan memungkinkan pengembangan strategi mitigasi atau modifikasi ekstrak untuk mengurangi toksisitasnya. 3. Meneliti potensi efek toksik jangka panjang dari ekstrak etanol daun sirsak pada ginjal atau organ lainnya. Studi ini dapat mencakup pengamatan jangka panjang pada hewan uji untuk memahami dampak jangka panjang dari ekstrak ini pada kesehatan ginjal dan sistem organ secara keseluruhan.

  1. Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (. uji toksisitas akut ekstrak etanol daun... doi.org/10.32734/idjpcr.v6i2.13724Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research uji toksisitas akut ekstrak etanol daun doi 10 32734 idjpcr v6i2 13724
Read online
File size1.44 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test