USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Tumbuhan meniran (Phyllanthus niruri L.) merupakan tumbuhan genus Phyllanthus. Diketahui tumbuhan genus Phyllantus memiliki kandungan senyawa corilagin, geranin, asam galat, filantin, hipofilantin, asam elagat, filtetralin, nirantin, katekin, kuersetin, astragalin, yang merupakan salah satu turunan tannin yang dapat berfungsi sebagai antivirus dan antikanker. Jenis penelitian ini merupakan penelitian melalui pendekatan Computer-Aided Drug Design (CADD) atau in silico yang berbasis komputer dengan tujuan untuk memperoleh ikatan interaksi yang optimal antara protein dan ligan sehingga dapat menghasilkan agen penghambat perkembangan sel kanker. Berdasarkan hasil simulasi molecular docking, senyawa geranin memiliki afinitas paling baik dibandingkan senyawa lainnya yaitu -9,4 kcal/mol sedangkan dibanding dengan nativ ligand-nya yaitu -8,3 atau dengan kata lain senyawa geranin yang berasal dari tumbuhan meniran (Phillanthus niruri L.) dapat bereaksi sebagai obat apabila berikatan dengan reseptor target pada kanker. Kesimpulan dari penelitian ini dapat dilihat berdasarkan hasil visualisasi docking juga menunjukkan beberapa ikatan berupa ikatan hydrogen conventional yang mendominasi dan beberapa ikatan hydropobic. Interaksi yang terjadi pada sisi aktif protein tersebut, mengindikasikan bahwa senyawa tersebut memiliki kemampuan dalam menembus dinding sel dengan kata lain senyawa tersebut dapat bereaksi sebagai obat apabila berikatan dengan molekul reseptor target pada penyakit kanker.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini telah berhasil dilakukan uji in silico senyawa corilagin, geranin, katekin, astragalin, kuersetin, dan hypofilantin dalam tumbuhan meniran dengan protein target tirosin kinase sebagai penghambat perkembangan sel kanker.Dengan hasil simulasi molecular docking, senyawa geranin memiliki afinitas paling baik dibandingkan senyawa lainnya yaitu -9,4 kcal/mol sedangkan dibanding dengan nativ ligand-nya yaitu -8,3 atau dengan kata lain senyawa geranin yang berasal dari tumbuhan meniran (Phillanthus niruri L.) dapat bereaksi sebagai obat apabila berikatan dengan reseptor target pada kanker.Hasil visualisasi docking juga menunjukkan beberapa ikatan berupa ikatan hydrogen conventional yang mendominasi dan beberapa ikatan hydropobic.Interaksi yang terjadi pada sisi aktif protein target tersebut, mengindikasikan bahwa senyawa tersebut memiliki kemampuan dalam menembus dinding sel dengan kata lain senyawa tersebut dapat bereaksi sebagai obat apabila berikatan dengan molekul reseptor target pada penyakit kanker namun tidak dapat digunakan sebagai obat oral.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi kombinasi senyawa geranin dengan obat antikanker sintetis untuk meningkatkan efektivitas penghambatan sel kanker. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang mekanisme kerja geranin dalam menghambat enzim tirosin kinase secara spesifik untuk meminimalkan efek samping. Terakhir, penelitian dapat dikembangkan untuk mengevaluasi potensi senyawa lain dalam meniran sebagai alternatif penghambat enzim tirosin kinase dengan pendekatan in silico yang lebih canggih.

  1. Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (. molecular docking meniran phyllanthus niruri... talenta.usu.ac.id/idjpcr/article/view/17993Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research molecular docking meniran phyllanthus niruri talenta usu ac idjpcr article view 17993
Read online
File size687.75 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test