USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Penyakit ginjal kronis (PGK) adalah abnormalitas struktural atau fungsi ginjal yang terjadi selama ≥ 3 bulan dan berdampak pada kesehatan. Banyaknya jumlah penggunaan obat pada pasien PGK dapat meningkatkan potensi Drug Related Problems (DRPs) yang dapat mengganggu hasil klinis kesehatan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kejadian DRPs pada pasien penyakit ginjal kronis di Rumah Sakit Prof. dr. Chairuddin Panusunan Lubis tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan descriptive retrospective cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien PGK rawat inap tahun 2023 (n=51). Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Kejadian DRPs diidentifikasi berdasarkan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) V9.1 yaitu kategori Problems (P1-P3) dan Causes (C1-C6). Diperoleh 28 Perempuan (54,90%) dan 23 laki-laki (45,10%) dengan rata-rata umur 46.8±11.5 tahun, dan stadium tertinggi pada stadium 5 (78,43%). Penyakit penyerta terbanyak anemia (84,31%) dengan penggunaan obat terbanyak adalah antihipertesi golongan Calcium Channel Blockers (88,24%). Dari 51 rekam medis ditemukan 21 (41,17%) yang menunjukkan adanya kejadian DRPs yang terdiri dari 26 Problems (P) pada P1. Efektivitas pengobatan (46,15%) dan P2. Keamanan pengobatan (53,85%), dan 26 Causes (C) pada C1. Pemilihan obat (57,69%) dan C3. Pemilihan dosis (42,31%). Terjadi DRPs pada pasien penyakit ginjal kronis di Rumah Sakit Prof. dr. Chairuddin Panusunan Lubis tahun 2023.

Terjadi Drug Related Problems (DRPs) pada pasien penyakit ginjal kronis di Rumah Sakit Prof.Chairuddin Panusunan Lubis tahun 2023 sebanyak 21 dari 51 rekam medis (41,48%).Kategori Problems (P) DRPs terjadi pada efektivitas pengobatan sebanyak 12 (46,15%) dan keamanan pengobatan sebanyak 14 (53,85%) dengan kategori Causes (C) pada pemilihan obat sebanyak 15 (57,69%) dan pemilihan dosis sebanyak 11 (42,31%).

Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran apoteker dalam pengelolaan terapi obat untuk mengurangi DRPs pada pasien PGK melalui pendekatan kolaboratif. Selain itu, diperlukan studi tentang interaksi obat yang sering terjadi pada pasien PGK dengan penggunaan polifarmasi untuk mengevaluasi risiko dan manfaat terapi. Pengembangan protokol standar pencegahan DRPs berbasis bukti juga penting untuk diterapkan di rumah sakit lain guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

  1. Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (. identifikasi drug related problems pasien... talenta.usu.ac.id/idjpcr/article/view/18031Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research identifikasi drug related problems pasien talenta usu ac idjpcr article view 18031
Read online
File size383.9 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test