STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA

Nursing Journal: Jurnal Keperawatan MayapadaNursing Journal: Jurnal Keperawatan Mayapada

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dan dunia. Tingkat pengetahuan pasien menjadi faktor penting dalam pengendalian hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas X Jakarta Selatan tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 100 pasien hipertensi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil: Mayoritas responden berusia > 50 tahun (60%). Tingkat pengetahuan responden mengenai hipertensi adalah kategori sedang (55%), baik (30%), dan rendah (15%). Pengetahuan mengenai faktor risiko, gejala, dan pengobatan merupakan aspek dengan nilai rata-rata tertinggi, sedangkan pengetahuan mengenai komplikasi hipertensi tergolong rendah. Kesimpulan: Sebagian besar pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai penyakitnya. Diperlukan edukasi kesehatan secara rutin dan komprehensif agar pemahaman pasien dapat meningkat, khususnya pada aspek komplikasi dan pencegahan.

Sebagian besar pasien hipertensi di Puskesmas X Jakarta Selatan memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai penyakitnya.Program edukasi berkelanjutan yang lebih interaktif dan berbasis teknologi diperlukan untuk meningkatkan pemahaman pasien terhadap hipertensi dan pencegahannya.Peningkatan pemahaman ini penting untuk mendukung pengelolaan penyakit yang lebih efektif dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai metode edukasi kesehatan, seperti penggunaan aplikasi seluler atau media sosial, dalam meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi. Selain itu, penting untuk meneliti pengaruh faktor-faktor sosiodemografi, seperti tingkat pendidikan dan status ekonomi, terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku pasien dalam mengelola hipertensi. Terakhir, studi intervensi yang melibatkan keluarga dan komunitas dapat dirancang untuk meningkatkan dukungan sosial dan kepatuhan terhadap pengobatan, sehingga dapat meningkatkan pengendalian hipertensi secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk pengembangan strategi pengendalian hipertensi yang lebih efektif dan berkelanjutan di Indonesia.

Read online
File size242.76 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test