MALAHAYATIMALAHAYATI
Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia KesmasPuskesmas adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di Indonesia, baik bagi individu maupun masyarakat. Puskesmas berperan penting dalam upaya pencapaian derajat kesehatan setinggi-tingginya bagi masyarakat. Dengan keberadaannya ini maka idealnya puskesmas harus bisa memberikan pelayanan prima bagi masyarakat sehingga memberikan nilai kepuasan maksimum. Pada kenyataannya pelayanan yang diberikan Puskemas Saumlaki kepada masysrakat tidak sepenuhnya memenuhi harapan pasien dan masih ada kelemahan yang mengakibatkan keluhan serta ketidakpuasan bagi pasien. Penelitian ini dikembangkan untuk mengetahui tingkat kepusan masyarakat diwilayah kerja puskesmas Saumlaki terhadap pelayanan yang diberikan. Teknik analisis yang digunakan adalah metode servqual dengan pendekatan Impotance Performance Analisys (IPA) dan Customer Satisfaction Indeks (CSI). Hasil analisis menunjukan bahwa nilai CSI adalah sebesar 76,74 persen yang berarti pasien puas dengan pelayanan yang diberikan. Besar nilai IPA menunjukan 80,47 persen untuk dimensi Tangibles (Fasilitas Fisik), 77,97 persen Reliability (Keandalan), 79,56 persen Responsiveness (Responsif/Daya Tanggap), Assurance (Jaminan) sebesar 82,38 persen, Empathy (Empati) 81,47 persen. Dengan nilai rata-rata 80,37 persen yang berarti dimensi kualitas layanan dalam persepsi pasien adalah kurang puas.
Nilai CSI sebesar 76,74 berarti pasien puas dengan pelayanan yang diberikan.Tingkat kesesuaian atribut bukti fisik (tangible) antara pelayanan kesehatan yang diharapkan dengan yang dirasakan oleh pasien adalah 80,47% berarti pasien Kurang Puas, tingkat kesesuaian atribut Keandalan (Reliability) 77,97% artinya pasien Kurang Puas, selanjutnya atribut keandalan (Realibility) sebesar 79,56% artinya pasien Kurang puas.dimensi Assurance (Jaminan) sebesar 82,38% artinya pasien kurang puas dengan pelayanan yang dirasakan.Dimensi Empati (Empaty) tingkat kesesuaian sebesar 81, 47%, berarti pasien kurang puas dengan pelayanan yang diberikan.Puskesmas harus meningkatkan kinerja setiap indoikator layanan pada kuadran pertama (Superior), dengan tetap mempertahankan kinerja dari indikator-indikator pelayanan pada kuadran kedua (Optimal) dengan tidak mengabaikan kinerja pelayanan pada kuadran ketiga (Unsatisfactori) dan kuadran keemapat (Unnecessary) yang merupakan kuadran dimana terjadi pemborosan sumber daya.
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar Puskesmas memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan pada aspek-aspek yang berada di kuadran pertama, yaitu aspek yang dianggap penting oleh pasien namun masih memiliki kinerja rendah. Di sisi lain, kinerja pada aspek yang berada di kuadran kedua perlu dipertahankan agar kualitasnya tetap optimal. Sementara itu, pada aspek yang masuk dalam kuadran keempat, di mana terjadi pemborosan sumber daya karena kinerja tinggi pada aspek yang kurang penting, perlu dilakukan evaluasi efisiensi agar alokasi sumber daya dapat lebih tepat sasaran. Secara umum, peningkatan pelayanan juga perlu dilakukan secara menyeluruh pada seluruh dimensi, mulai dari sarana fisik, keandalan, ketanggapan petugas, jaminan mutu, hingga empati, agar pelayanan Puskesmas dapat lebih sesuai dengan harapan pasien.
| File size | 462.47 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
MALAHAYATIMALAHAYATI (0%, 5%, 10%, dan 15%) dan dianalisis menggunakan metode standar laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Sargassum sp. meningkatkan kadar lemak(0%, 5%, 10%, dan 15%) dan dianalisis menggunakan metode standar laboratorium. Hasil menunjukkan bahwa penambahan Sargassum sp. meningkatkan kadar lemak
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Hasil penelitian didapat sebagian responden menyatakan lingkungan kerja kurang baik (55%) dan sebagian besar tingkat burnout rendah (55%), uji statistikHasil penelitian didapat sebagian responden menyatakan lingkungan kerja kurang baik (55%) dan sebagian besar tingkat burnout rendah (55%), uji statistik
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Berdasarkan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022, setiap fasilitas pelayanan kesehatan wajib menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME). Kesiapan penerapan RMEBerdasarkan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022, setiap fasilitas pelayanan kesehatan wajib menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME). Kesiapan penerapan RME
UNIBAUNIBA Penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum promosi kesehatan mengenai bahata seks bebas, tingkat pengetahuan kurang, namun setelah promosi kesehatan mengenaiPenelitian ini menunjukkan bahwa sebelum promosi kesehatan mengenai bahata seks bebas, tingkat pengetahuan kurang, namun setelah promosi kesehatan mengenai
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukan penerapan prinsip pengelolaan keuangan dalam mengoptimalkan BOSP. Dalam mengoptimalkan pengelolaan tersebutHasil penelitian yang penulis lakukan menunjukan penerapan prinsip pengelolaan keuangan dalam mengoptimalkan BOSP. Dalam mengoptimalkan pengelolaan tersebut
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Aplikasi ini memungkinkan peserta PROLANIS memperoleh materi edukasi kesehatan yang diberikan oleh dokter. Aplikasi SIMPELPRO juga memberikan alternatifAplikasi ini memungkinkan peserta PROLANIS memperoleh materi edukasi kesehatan yang diberikan oleh dokter. Aplikasi SIMPELPRO juga memberikan alternatif
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan populasi 288 orang dan sampel yang digunakan 167 orang penggunan SIMRS. Uji analisis multivariatPenelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan populasi 288 orang dan sampel yang digunakan 167 orang penggunan SIMRS. Uji analisis multivariat
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Adapun saran yang diberikan segera untuk mengimplementasikan sistem informasi yang sudah dirancang guna menunjang kegiatan bisnis. RSUD Lagita segera mengimplementasikanAdapun saran yang diberikan segera untuk mengimplementasikan sistem informasi yang sudah dirancang guna menunjang kegiatan bisnis. RSUD Lagita segera mengimplementasikan
Useful /
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pengadaanTeknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pengadaan
MALAHAYATIMALAHAYATI Variable yang paling dominan pada penelitian ini yaitu variable ketersediaan APD hasil ini didapatkan setelah melakukan tahap seleksi akhir pada anasisiVariable yang paling dominan pada penelitian ini yaitu variable ketersediaan APD hasil ini didapatkan setelah melakukan tahap seleksi akhir pada anasisi
MALAHAYATIMALAHAYATI Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata kelola limbah padat non medis (domestik) di rumah sakit melalui pendekatan literature review. Metode yangPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata kelola limbah padat non medis (domestik) di rumah sakit melalui pendekatan literature review. Metode yang
JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data melalui wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan lainnya, sertaPenelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data melalui wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan lainnya, serta