UNSRATUNSRAT
JMUOJMUOSelama proses fermentasi bioetanol, ragi Saccharomyces cerevisiae terpapar berbagai cekaman lingkungan. Ion logam yang berpotensi untuk meningkatkan kinerja fermentasi dan toleransi sel terhadap cekaman ialah ion logam besi II (Fe2 ) yang berperan sebagai kofaktor dalam berbagai proses metabolisme. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh suplementasi ion Fe2 dalam media fermentasi terhadap kinerja fermentasi, serta toleransi sel ragi terhadap cekaman etanol, oksidatif, asam lemah dan tekanan osmotik. Penelitian diawali dengan melakukan fermentasi glukosa menggunakan S. cerevisiae A12 selama 120 jam dengan pengambilan sampel dengan interval waktu 6 jam untuk 24 jam pertama serta 12 jam untuk sisanya. Masing-masing sampel ditentukan nilai OD600nm, persentase sel hidup, jumlah sel hidup, kadar glukosa, kadar etanol. Pada jam ke 24, sel diuji daya tahannya terhadap cekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi ion logam Fe2 hanya mampu meningkatkan laju produksi etanol, tetapi tidak mempengaruhi parameter lain.
Suplementasi ion logam Fe2 hanya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laju produksi etanol.Jika jumlah ion logam besi terlalu banyak, maka laju produksi etanol berkurang.Suplementasi ion logam besi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap daya tahan sel ragi terhadap cekaman etanol, hiperosmotik dan oksidatif.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada mekanisme molekuler yang mendasari peningkatan laju produksi etanol oleh ion besi, misalnya dengan meneliti ekspresi gen yang terlibat dalam metabolisme etanol. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut mengenai interaksi antara ion besi dengan jenis cekaman lainnya, seperti pengaruh kombinasi cekaman etanol dan asam lemah terhadap viabilitas sel ragi. Studi juga dapat diarahkan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan senyawa khelat besi yang lebih efektif dalam meningkatkan absorpsi besi oleh sel ragi, sehingga dapat meningkatkan kinerja fermentasi secara keseluruhan dengan tetap menjaga toleransi sel terhadap berbagai cekaman lingkungan.
| File size | 785.47 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UnwahasUnwahas Ekstrak kulit kayu manis memiliki aktivitas antioksidan dan tabir surya serta dapat diformulasikan menjadi sediaan emulgel. Emulgel merupakan sediaan semisolidEkstrak kulit kayu manis memiliki aktivitas antioksidan dan tabir surya serta dapat diformulasikan menjadi sediaan emulgel. Emulgel merupakan sediaan semisolid
UnwahasUnwahas Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi mempengaruhi daya sebar dan daya lekat sediaan. Hasil uji aktivitas antioksidan dan antibakteriHasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi mempengaruhi daya sebar dan daya lekat sediaan. Hasil uji aktivitas antioksidan dan antibakteri
UnwahasUnwahas Minyak alpukat berpotensi sebagai zat aktif kosmetik dengan konsentrasi 3 hingga 20%. Sebagai simpulan, minyak alpukat berpotensi untuk dikembangkan sebagaiMinyak alpukat berpotensi sebagai zat aktif kosmetik dengan konsentrasi 3 hingga 20%. Sebagai simpulan, minyak alpukat berpotensi untuk dikembangkan sebagai
UNSOEDUNSOED Pelarut untuk fraksinasi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan air. Aktivitas tabir surya sampel diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometri UVPelarut untuk fraksinasi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan air. Aktivitas tabir surya sampel diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV
UNSOEDUNSOED Uji kualitas keseluruhan dilakukan sesuai standar dan persyaratan produk tabir surya di Indonesia (SNI 16-4399-1996), sedangkan prosedur uji hedonik-organoleptikUji kualitas keseluruhan dilakukan sesuai standar dan persyaratan produk tabir surya di Indonesia (SNI 16-4399-1996), sedangkan prosedur uji hedonik-organoleptik
UnwahasUnwahas Untuk pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, diperoleh IC50 pada 53,5303 mcg/mL, yang merupakan kategori kuat. Sehubungan dengan pengujianUntuk pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, diperoleh IC50 pada 53,5303 mcg/mL, yang merupakan kategori kuat. Sehubungan dengan pengujian
STIK SAMSTIK SAM ) dengan konsentrasi 3%. Sediaan lotion tabir surya dibuat sebanyak 8 run dengan rentang konsentrasi setil alkohol 2-5% dan propilen glikol 7-10%. Komposisi) dengan konsentrasi 3%. Sediaan lotion tabir surya dibuat sebanyak 8 run dengan rentang konsentrasi setil alkohol 2-5% dan propilen glikol 7-10%. Komposisi
STIK SAMSTIK SAM Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis dan tepat interval waktu pemberianTujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis dan tepat interval waktu pemberian
Useful /
NURUL FIKRINURUL FIKRI Penelitian ini berhasil mengembangkan sistem visualisasi 3D Rak Gudang yang interaktif dan mudah digunakan untuk memantau kondisi stok barang. Sistem iniPenelitian ini berhasil mengembangkan sistem visualisasi 3D Rak Gudang yang interaktif dan mudah digunakan untuk memantau kondisi stok barang. Sistem ini
UnwahasUnwahas Selain itu, analisis HCA mendukung temuan PCA, menunjukkan kelompokan sampel yang serupa. Dendrogram yang dihasilkan oleh Minitab menunjukkan kelompokanSelain itu, analisis HCA mendukung temuan PCA, menunjukkan kelompokan sampel yang serupa. Dendrogram yang dihasilkan oleh Minitab menunjukkan kelompokan
UnwahasUnwahas 048), the number of medications taken (p = 0. 004), comorbidities (p = 0. 030), and duration of illness (p = 0. 026). In conclusion, there is a statistically048), the number of medications taken (p = 0. 004), comorbidities (p = 0. 030), and duration of illness (p = 0. 026). In conclusion, there is a statistically
UNSRATUNSRAT Berdasarkan hasil evaluasi fisik krim ekstrak etanol kulit buah pisang Goroho konsentrasi 12. 5%, telah memenuhi standar organoleptik, homogenitas, pHBerdasarkan hasil evaluasi fisik krim ekstrak etanol kulit buah pisang Goroho konsentrasi 12. 5%, telah memenuhi standar organoleptik, homogenitas, pH