USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Sayuran fermentasi merupakan pangan fungsional yang banyak dikonsumsi, namun data ilmiah mengenai asinan sawi pahit tradisional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi profil fitokimia dan komposisi proksimat sawi pahit (Brassica juncea) setelah fermentasi spontan serta mengisolasi bakteri asam laktat (BAL) yang terbentuk selama proses. Rancangan eksperimental laboratorium digunakan; fermentasi spontan dilakukan selama tujuh hari pada suhu kamar dalam larutan garam. Perubahan pH dan karakteristik organoleptik dicatat setiap hari. Skrining fitokimia dilakukan pada bahan segar dan terfermentasi (daun, batang, air fermentasi). Analisis proksimat meliputi kadar air, abu, abu tidak larut asam, lemak kasar, protein, dan karbohidrat menggunakan metode AOAC. BAL diisolasi pada media MRS–CaCO₃ dan dikarakterisasi secara fenotipik. Fermentasi menghasilkan penurunan pH progresif (5,0 menjadi 2,9–3,3) disertai aroma asam dan perubahan warna kekuningan, menunjukkan fermentasi asam laktat yang aktif. Flavonoid, fenolik, dan terpenoid terdeteksi pada semua sampel segar maupun terfermentasi, dengan reaksi lebih lemah pada batang dan air fermentasi. Analisis proksimat menunjukkan kadar air sangat tinggi (88,76–95,20%), protein rendah (0,53–0,88%), lemak rendah (5,03–5,50%), serta karbohidrat sisa rendah. Isolat BAL (ASP-CF, ASP-B, ASP-D) bersifat Gram positif, katalase negatif, menghasilkan asam, dan tidak membentuk H₂S. Sebagai kesimpulan, fermentasi spontan sawi pahit menghasilkan produk fermentasi yang didominasi BAL, mempertahankan golongan fitokimia utama, dan memiliki komposisi proksimat khas sayuran terfermentasi, sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional. Penelitian lanjutan dengan identifikasi molekuler BAL dan penetapan kuantitatif metabolit direkomendasikan.

Fermentasi spontan sawi pahit menghasilkan produk fermentasi yang didominasi bakteri asam laktat, mempertahankan senyawa fitokimia utama, dan memiliki karakteristik proksimat khas sayuran terfermentasi.Produk ini menunjukkan potensi sebagai pangan fungsional karena kandungan nutrisi dan aktivitas bioaktifnya.Namun, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi secara molekuler isolat bakteri asam laktat dan mengevaluasi profil metabolit secara kuantitatif.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada identifikasi molekuler strain bakteri asam laktat yang terisolasi untuk memahami keragaman genetik dan potensi probiotiknya. Selain itu, analisis kuantitatif profil metabolit sekunder selama fermentasi dapat memberikan wawasan tentang dinamika kimia dan efeknya terhadap kesehatan. Studi tambahan juga diperlukan untuk mengevaluasi dampak fermentasi pada bioavailabilitas senyawa aktif dan potensi aplikasi sebagai bahan pangan fungsional dalam skala industri.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/chapter/10.1007/978-1-4419-1463-7_5Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer chapter 10 1007 978 1 4419 1463 7 5
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/978-3-319-26811-8_5Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 978 3 319 26811 8 5
Read online
File size378.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test