USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Radikal bebas memicu stres oksidatif yang memainkan peran krusial dalam patogenesis berbagai penyakit degeneratif. Abelmoschus manihot L., yang secara lokal dikenal sebagai daun gedi hijau, diakui memiliki kandungan metabolit sekunder yang kaya dengan potensi sifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak hidroalkohol daun gedi hijau menggunakan metode Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity (CUPRAC). Ekstraksi dilakukan melalui maserasi menggunakan pelarut hidroalkohol 90%, diikuti dengan skrining fitokimia dan karakterisasi simplisia secara menyeluruh. Kapasitas antioksidan dikuantifikasi dengan menentukan nilai IC50 melalui analisis regresi linear antara persentase inhibisi terhadap konsentrasi. Analisis fitokimia mengonfirmasi keberadaan alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, tanin, dan triterpenoid/steroid. Ekstrak hidroalkohol menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat, dengan nilai IC50 sebesar 41,65 ± 0,30 µg/mL. Meskipun potensi ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan standar kuersetin murni, hasil ini menunjukkan kapasitas yang signifikan dalam netralisasi radikal bebas. Temuan ini menegaskan potensi Abelmoschus manihot L. sebagai sumber antioksidan alami yang potensial, serta mendukung pengembangan lebih lanjut menjadi fitofarmaka atau suplemen kesehatan fungsional untuk pencegahan kondisi yang berkaitan dengan stres oksidatif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak hidroalkohol 90% daun gedi hijau (Abelmoschus manihot L.) menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat saat dievaluasi menggunakan metode CUPRAC.Ekstrak mencapai nilai IC50 sebesar 41,65 ± 0,30 µg/mL, yang mengklasifikasikannya sebagai sangat kuat (IC50 < 50 µg/mL).Temuan ini menunjukkan bahwa daun gedi hijau merupakan sumber komponen antioksidan alami yang signifikan, khususnya flavonoid, dengan potensi aplikasi dalam pengembangan fitofarmaka atau suplemen kesehatan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai jenis pelarut ekstraksi dalam mengekstrak senyawa antioksidan dari daun gedi hijau. Kedua, studi tentang interaksi sinergis atau antagonis antara senyawa fitokimia dalam ekstrak dapat dilakukan untuk memahami mekanisme kerja antioksidan secara lebih mendalam. Ketiga, evaluasi stabilitas jangka panjang ekstrak hidroalkohol dan potensinya sebagai bahan baku dalam pengembangan produk kesehatan alami dapat menjadi arah penelitian baru yang relevan.

  1. Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (. antioxidant activity extract green gedi... doi.org/10.32734/idjpcr.v8i02.20644Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research antioxidant activity extract green gedi doi 10 32734 idjpcr v8i02 20644
Read online
File size331.71 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test