USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif dan tetap menjadi salah satu dari sepuluh besar penyakit tidak menular di Indonesia. Tingkat kepatuhan minum obat yang tinggi memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dengan diabetes melitus tipe 2. Apoteker memiliki peran strategis sebagai edukator dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan melalui intervensi edukasi, salah satunya adalah Diabetes Self-Management Education (DSME). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DSME terhadap kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Bambanglipuro, Bantul.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi edukasi berbasis Diabetes Self-Management Education (DSME) menggunakan media booklet tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap peningkatan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Bambanglipuro, Bantul.Meskipun terdapat peningkatan nominal pada kelompok perlakuan hingga mencapai kepatuhan penuh (100%), hasil uji Mann-Whitney U dan Wilcoxon Signed Rank menunjukkan nilai p > 0,05, yang mengindikasikan bahwa perubahan tersebut tidak bersifat substantif dibandingkan dengan kelompok kontrol.Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh durasi intervensi yang singkat, metode edukasi searah, serta profil responden yang mayoritas telah memiliki tingkat kepatuhan awal yang tinggi dan durasi penyakit yang lama (lebih dari 5 tahun).Oleh karena itu, guna mencapai perubahan perilaku yang lebih bermakna dan berkelanjutan, diperlukan pengembangan model edukasi DSME yang lebih intensif, terpersonalisasi, dan disertai dengan pemantauan klinis secara berkesinambungan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk mengembangkan model edukasi Diabetes Self-Management Education (DSME) yang lebih intensif, terpersonalisasi, dan disertai dengan pemantauan klinis secara berkesinambungan. Model edukasi yang lebih intensif dapat mencakup intervensi edukasi yang berulang, berbasis kebutuhan individu, dan dikombinasikan dengan pendekatan multidisiplin. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan durasi intervensi yang lebih panjang dan metode edukasi yang interaktif serta melibatkan pendampingan klinis lanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas DSME dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2.

  1. Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (. pengaruh diabetic self management education... talenta.usu.ac.id/idjpcr/article/view/20057Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research pengaruh diabetic self management education talenta usu ac idjpcr article view 20057
Read online
File size321.14 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test