USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Karagenan, sebuah polisakarida tersulfatasi yang diekstrak dari rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii), dikenal memiliki kapasitas menahan air yang tinggi, sehingga berpotensi digunakan sebagai agen pelembap kulit. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan karagenan hasil isolasi ke dalam sediaan krim serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan efektivitas pelembapannya. Proses isolasi dilakukan melalui tahapan perendaman, dekantasi, ekstraksi, isolasi, pengeringan, dan penggilingan. Karagenan yang diperoleh dikarakterisasi berdasarkan kelarutan, viskositas, kehilangan pengeringan, dan analisis Fourier transform infrared (FTIR). Formulasi krim dibuat dengan variasi konsentrasi karagenan sebesar 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% (b/b), kemudian dibandingkan dengan krim gliserin 2% dan kontrol kosong. Evaluasi mutu fisik meliputi uji homogenitas, pH, jenis emulsi, stabilitas selama 12 minggu, uji iritasi kulit, serta pengujian kemampuan melembapkan secara in vivo pada 18 relawan manusia. Karagenan hasil isolasi memenuhi persyaratan USP XXX. Seluruh sediaan krim menunjukkan homogenitas yang baik, pH yang sesuai dengan kulit, serta stabilitas fisik yang memadai selama penyimpanan. Tidak ditemukan indikasi iritasi kulit. Efek pelembapan meningkat seiring dengan kenaikan konsentrasi karagenan, di mana krim karagenan 2,5% menunjukkan efektivitas yang hampir setara dengan krim gliserin 2%. Hasil penelitian ini mendukung potensi karagenan dari Kappaphycus alvarezii sebagai bahan pelembap alami dalam formulasi krim topikal.

Berdasarkan hasil penelitian, karagenan yang diisolasi dari rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii) berhasil diformulasikan menjadi krim minyak dalam air (o/w) dengan karakteristik fisikokimia, stabilitas, dan kompatibilitas kulit yang memuaskan.Formulasi yang mengandung 2,5% karagenan menunjukkan efek pelembap yang setara dengan krim gliserin 2%, menunjukkan efektivitasnya pada konsentrasi yang relatif rendah.Selain itu, peningkatan konsentrasi karagenan berbanding lurus dengan peningkatan kemampuan melembapkan kulit, yang mencerminkan sifat pengikat air dan pembentukan film yang tinggi.Secara keseluruhan, temuan ini mendukung potensi aplikasi karagenan yang berasal dari Kappaphycus alvarezii sebagai agen pelembap alami dalam formulasi krim topikal.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut potensi karagenan sebagai bahan pelembap alami dalam formulasi krim topikal. Penelitian ini dapat berfokus pada optimasi formulasi krim karagenan dengan variasi konsentrasi dan jenis karagenan yang berbeda, serta mengevaluasi efek jangka panjangnya terhadap kulit. Selain itu, studi komparatif antara krim karagenan dengan krim pelembap komersial dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas dan keamanan penggunaan. Penelitian ini juga dapat menyelidiki interaksi antara karagenan dengan bahan aktif lainnya dalam krim, serta potensi sinergi yang dapat meningkatkan efektivitas pelembapan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pengembangan formulasi krim topikal yang aman dan efektif, khususnya dengan memanfaatkan karagenan sebagai bahan alami.

  1. Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (. optimizing carrageenan based moisturizers... doi.org/10.32734/idjpcr.v8i02.18124Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research optimizing carrageenan based moisturizers doi 10 32734 idjpcr v8i02 18124
Read online
File size490.66 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test