STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA

Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan Pembangunan

Isu terkait tingkat konsumsi gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pendidikan, pekerjaan, budaya pantang makanan, dan citra tubuh. Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2016 menunjukkan bahwa kebutuhan gizi pada masa nifas, terutama saat menyusui, meningkat sebesar 25%. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain cross sectional pada 25 responden ibu hamil di Klinik Bidan Ferawati S.ST Palembang pada bulan November. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu hamil mengenai pengaruh media booklet terhadap pengetahuan gizi ibu selama masa nifas (Pvalue = 0,00). Diharapkan staf Kesehatan di Klinik Bidan Ferawati, S.ST Palembang dapat lebih optimal dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai gizi ibu selama masa nifas, sehingga dapat menjadi pedoman untuk meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan serta kualitas di lokasi penelitian.

Sebagian besar ibu hamil berusia 18–41 tahun dan memiliki pendidikan dasar.Terdapat pengaruh signifikan media booklet terhadap pengetahuan gizi ibu dalam menghadapi masa nifas, dengan nilai p value 0,00 kurang dari 0,05.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi petugas kesehatan, institusi pendidikan, dan penelitian selanjutnya.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan desain eksperimen yang lebih kuat, seperti randomized controlled trial, untuk menguji efektivitas media booklet secara kausal terhadap perilaku konsumsi gizi ibu nifas. Kedua, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang memengaruhi konsumsi gizi ibu nifas, seperti dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan, aksesibilitas terhadap makanan bergizi, dan status ekonomi keluarga. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi media edukasi gizi yang lebih interaktif dan personalisasi, misalnya melalui aplikasi mobile atau konseling gizi individual, untuk meningkatkan efektivitas intervensi dan menjangkau lebih banyak ibu nifas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat untuk merumuskan kebijakan dan program kesehatan yang lebih efektif dalam meningkatkan status gizi ibu nifas dan kesehatan bayi.

  1. #status gizi#status gizi
  2. #edukasi gizi#edukasi gizi
Read online
File size410.13 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2vR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test