USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Kulit kering sering disebabkan oleh polusi udara dan paparan sinar matahari. Daun binahong (Anredera Cordifolia) mengandung flavonoid yang dapat menjaga kelembapan kulit. Formulasi gel dari ekstrak daun binahong dipilih karena memiliki penetrasi yang baik, menjadikannya solusi efektif untuk mengatasi kulit kering. Penelitian ini diawali dengan melakukan maserasi pada simplisia daun binahong (Anredera Cordifolia) dengan etanol p.a (1:10), kemudian diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan konsentrasi 2,5%, 3% dan 3,5% dengan CMC, TEA, nipagin, gliserin dan propilenglikol sebagai bahan sediaan gel. Lalu dilakukan pemeriksaan mutu fisik sediaan yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji stabilitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, uji kesukaan dan uji viskositas. Selain itu, dilakukan uji kelembapan dan uji antioksidan menggunakan metode DPPH. Formulasi gel yang dibuat telah memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan yaitu seluruh sediaan homogen, stabil dan tidak mengiritasi kulit. Nilai pH 4,5-4,8, nilai daya sebar 5,5-6,8 cm, nilai daya lekat 15-24 detik dan nilai viskositas 12.400-22.299 cP.s. Jumlah antioksidan pada formulasi 3 sebesar 84,61 mcg/mL ± 0,05 dengan kategori kuat dan persen pemulihan sebesar 66,94 % dengan skala sangat lembap. Jumlah antioksidan pada formulasi 2 sebesar 118,56 mcg/mL ± 0,00 dengan kategori sedang dan persen pemulihan sebesar 54,39 % dengan skala lembap. Jumlah antioksidan pada formulasi 1 sebesar 163,98 mcg/mL ± 5,71 dengan kategori lemah dan persen pemulihan sebesar 44,50 % dengan skala kering. Formulasi 3 dengan konsentrasi 3,5% memiliki antioksidan dan pemulihan tertinggi.

Formulasi sediaan gel daun binahong memenuhi syarat mutu fisik.Formulasi 3 dengan konsentrasi 3,5% memiliki kadar antioksidan tertinggi dan efisiensi pemulihan kulit yang optimal.Penggunaan ekstrak etanol daun binahong sebagai bahan aktif dalam sediaan gel menunjukkan potensi sebagai pelembap alami yang efektif untuk kulit kering.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas formulasi gel binahong pada berbagai jenis kulit dengan variasi konsentrasi ekstrak. Selanjutnya, penelitian perlu menguji stabilitas jangka panjang dan pengaruh penggunaan terus-menerus terhadap kulit. Selain itu, studi perbandingan antara ekstrak binahong dengan bahan antioksidan alami lainnya dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang potensi penggunaannya dalam produk perawatan kulit.

  1. Peran Pelembab dalam Mengatasi Kondisi Kulit Kering | Butarbutar | Majalah Farmasetika. peran pelembab... jurnal.unpad.ac.id/farmasetika/article/view/28740Peran Pelembab dalam Mengatasi Kondisi Kulit Kering Butarbutar Majalah Farmasetika peran pelembab jurnal unpad ac farmasetika article view 28740
  2. Journal of Pharmaceutical and Sciences. journal sciences quick jump page content main navigation sidebar... doi.org/10.36490/journal-jps.comJournal of Pharmaceutical and Sciences journal sciences quick jump page content main navigation sidebar doi 10 36490 journal jps
  3. ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH DAUN JAMBLANG (Syzygium Cumini (L.) Skeels) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl)... doi.org/10.32696/fjfsk.v2i2.1890ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH DAUN JAMBLANG Syzygium Cumini L Skeels DENGAN METODE DPPH 1 1 Diphenyl 2 Picrylhydrazyl doi 10 32696 fjfsk v2i2 1890
Read online
File size624.06 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test