UWKSUWKS
CALVARIA MEDICAL JOURNALCALVARIA MEDICAL JOURNALLatar belakang: Beban gizi ganda pada ibu hamil masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Faktor sosial budaya, adat, dan tradisi berperan penting dalam membentuk pola asuh, perilaku makan, serta akses gizi dalam keluarga, yang secara tidak langsung memengaruhi kejadian stunting. Metode: Artikel ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan penelusuran pada database Google Scholar dan ResearchGate menggunakan kata kunci “Stunting, “Budaya, “Tradisi, “Adat, “Pola Asuh, dan “Beban Gizi Ganda. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi–eksklusi, sehingga dari 340 artikel awal diperoleh 9 artikel yang dianalisis lebih lanjut. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa budaya patriarki menyebabkan ketidaksetaraan distribusi pangan dan keterbatasan peran perempuan dalam pengambilan keputusan gizi, pantangan makanan pada ibu hamil dan menyusui membatasi asupan nutrisi penting, sementara praktik pernikahan dini dan rendahnya literasi gizi memperkuat risiko beban gizi ganda dalam rumah tangga. Keterlibatan ayah dalam pola asuh dan pengambilan keputusan terbukti berperan positif terhadap status gizi anak. Kesimpulan: Peran budaya, adat, dan tradisi terbukti menjadi faktor penting penyebab beban gizi ganda pada ibu hamil. Oleh karena itu, strategi pencegahan stunting perlu memperhatikan konteks sosial budaya lokal, memberdayakan perempuan, meningkatkan literasi gizi keluarga, serta mendorong keterlibatan ayah dalam pola asuh berbasis kesetaraan gender.
Kajian ini menegaskan bahwa beban gizi ganda pada ibu hamil merupakan konsekuensi langsung dari patriarki budaya, adat, dan tradisi yang tidak selaras dengan prinsip gizi seimbang.Budaya patriarki mendorong ketidakadilan distribusi pangan, membatasi peran perempuan dalam pengambilan keputusan gizi, dan menempatkan ibu pada kondisi rentan terhadap defisiensi mikronutrien.Praktik pantangan makanan selama kehamilan dan masa nifas memperburuk risiko ini, serta pernikahan dini dan rendahnya literasi gizi memperkuat siklus malnutrisi antar generasi.Oleh karena itu, penanganan stunting memerlukan pendekatan gizi sensitif berbasis keluarga dengan edukasi gizi, penguatan kesetaraan gender, dan keterlibatan ayah dalam pola asuh.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, penelitian kualitatif mendalam perlu dilakukan untuk menggali lebih lanjut mekanisme bagaimana budaya patriarki memengaruhi pengambilan keputusan terkait pangan dan gizi di tingkat rumah tangga, serta bagaimana intervensi berbasis gender dapat mengatasi ketidaksetaraan tersebut. Kedua, studi intervensi perlu dirancang untuk menguji efektivitas program edukasi gizi yang disesuaikan dengan konteks budaya lokal, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemimpin agama sebagai agen perubahan. Ketiga, penelitian longitudinal diperlukan untuk melacak dampak jangka panjang dari keterlibatan ayah dalam pola asuh terhadap status gizi anak dan ibu, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat keterlibatan ayah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk merumuskan kebijakan dan program pencegahan stunting yang lebih efektif dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan kompleksitas faktor sosial budaya yang mendasarinya. Dengan memahami secara komprehensif interaksi antara budaya, adat, tradisi, dan praktik gizi, kita dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat memutus siklus malnutrisi antar generasi dan mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.
- 0. 0 doi.org/10.1037/a00210660 0 doi 10 1037 a0021066
- HUBUNGAN PANTANGAN MAKANAN DAN BUDAYA SELAMA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 0-59 BULAN... journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/40899HUBUNGAN PANTANGAN MAKANAN DAN BUDAYA SELAMA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 0 59 BULAN journal universitaspahlawan ac index php jkt article view 40899
- The Relationship between Parenting Style, Knowledge and Attitudes of Mothers with Stunting Prevention... doi.org/10.33859/jni.v5i2.676The Relationship between Parenting Style Knowledge and Attitudes of Mothers with Stunting Prevention doi 10 33859 jni v5i2 676
- DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI | Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau. pernikahan... ejournal.delihusada.ac.id/index.php/JPMPH/article/view/707DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau pernikahan ejournal delihusada ac index php JPMPH article view 707
| File size | 441.67 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI TQM menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan emosional melalui pendekatan sistematis, perbaikan berkelanjutan, dan partisipasi aktif.TQM menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan emosional melalui pendekatan sistematis, perbaikan berkelanjutan, dan partisipasi aktif.
POLIMEDIAPOLIMEDIA Proses produksi dari V Update diawali dengan membuat berita dengan kaidah yang diajarkan oleh program director V Radio, memperhatikan aspek singkat, padat,Proses produksi dari V Update diawali dengan membuat berita dengan kaidah yang diajarkan oleh program director V Radio, memperhatikan aspek singkat, padat,
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Dalam pengurangan sampah meliputi beberapa kegiatan antara lain pembatasan timbulan sampah, pendaurulangan sampah, serta pemanfaatan kembali sampah. AdaDalam pengurangan sampah meliputi beberapa kegiatan antara lain pembatasan timbulan sampah, pendaurulangan sampah, serta pemanfaatan kembali sampah. Ada
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Namun dalam pelaksanaannya baik pengawasan maupun supervisi masih mengalami kendala, yakni benturan perintah dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki.Namun dalam pelaksanaannya baik pengawasan maupun supervisi masih mengalami kendala, yakni benturan perintah dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki.
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Instrumen pengumpulan data penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan metode Deskriptif Kualitatif.Instrumen pengumpulan data penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan metode Deskriptif Kualitatif.
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif. Teknik yang dilakukan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan TeknikMetode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif. Teknik yang dilakukan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan Teknik
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Subjek penelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Subjek penelitian
UNIMUSUNIMUS Pendidikan dan promosi kesehatan dilakukan untuk mencapai perubahan sosial dalam program kesehatan. Perubahan sosial diperlukan salah satunya untuk meningkatkanPendidikan dan promosi kesehatan dilakukan untuk mencapai perubahan sosial dalam program kesehatan. Perubahan sosial diperlukan salah satunya untuk meningkatkan
Useful /
POLIMEDIAPOLIMEDIA Intinya penelitian ini akan melihat bagaimana peranan Komisi Penyiaran Indonesia dalam proses pengawasan siaran di Indonesia. Untuk mendapatkan informasiIntinya penelitian ini akan melihat bagaimana peranan Komisi Penyiaran Indonesia dalam proses pengawasan siaran di Indonesia. Untuk mendapatkan informasi
UNIMUSUNIMUS Kesehatan reproduksi adalah aspek penting dalam kesehatan umum, terutama bagi wanita usia subur (WUS) yang bekerja di sektor industri, seperti UKM garmen.Kesehatan reproduksi adalah aspek penting dalam kesehatan umum, terutama bagi wanita usia subur (WUS) yang bekerja di sektor industri, seperti UKM garmen.
UNIMUSUNIMUS Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dan pemahaman yang lebih baik tentang infertilitas setelah mengikuti FGD. Diperlukan upaya terus-menerus olehMasyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dan pemahaman yang lebih baik tentang infertilitas setelah mengikuti FGD. Diperlukan upaya terus-menerus oleh
POLIMEDIAPOLIMEDIA Pembelajaran K3 dan Manajemen Lingkungan masih kurang diterapkan dalam melakukan praktikum grafika. Penerapan dan pemahaman K3 diperlukan sebagai characterPembelajaran K3 dan Manajemen Lingkungan masih kurang diterapkan dalam melakukan praktikum grafika. Penerapan dan pemahaman K3 diperlukan sebagai character